Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Highlight

web mail
Sinar Tani
UPBS
satulayanan
kalender
SERBA SERBI

Buku Inovasi



  

 

Ex Kepala 1985-2011

On-LINE

Terdapat 315 Tamu online
Berita
Kunjungan SD IT 2 Bengkulu PDF Cetak E-mail
News - Info Aktual
Oleh Administrator   
Senin, 27 Oktober 2014 09:28
Sabtu, 25 Oktober 2014 BPTP Bengkulu dikunjungi 150 orang siswa-siswi SD Islam Terpadu 2 Bengkulu yang didampingi oleh 7 orang guru. Tujuan kunjungan sebagai salah satu sarana pembelajaran bagi siswa dalam pengenalan tanaman sayuran. Secara umum mereka ingin mengenal dan melihat secara langsung budidaya tanaman dan ternak yang selama ini anak-2 konsumsi.

Mereka ingin belajar bertanam sayuran di polibag, mulai dari penyemaian benih sampai dengan pemindahan bibit ke polibag kecil dan besar. Praktek budidaya tanaman sayuran tersebut dipandu oleh tenaga teknis dan peneliti. Selain itu, para siswa diperkenalkan dengan jenis-jenis tanaman. yaitu: budidaya tanaman sayuran (slada, sawi, kangkung, tomat, cabe dan terong). Sebelum turun ke kebun anak-2 berkumpul diruang pertemuan mendengar sekilas film tentang apa itu tanaman dan cerita kecil dari Kepala Pelayanan Teknis (Dr. Rudi Hartono).

Tampak anak2 begitu semangat memasuki ruangan dengan berlari-larian untuk mendapatkan kursi yang ternyata jumlah kursi lebih sedikit dari jumlah anak sehingga anak dan ustadznya ada yang duduk dilantai. Setelah menonton film tentang tanaman-2an, anak-2 diajak turun ke lapangan menengok tanaman dan ternak. Beberapa peneliti dan penyuluh membimbing anak melihat-lihat tanaman sambil memperkenalkan masing-2 nama tanaman. Setelah penat berkeliling2 anak2 istirahat sambil menikmati makanan dan minuman yang mereka bawa masing-masing. Respon para anak2 dan guru sangat baik, ini terlihat dari keinginan mereka untuk menerapkan tanaman sayuran di polibag di rumah dan lokasi sekolahan.

Sebelum pulang para murid membawa buah tangan berupa bibit tanaman tomat, cabe, terung yang akan ditanam dirumah masing2 dan dipekarangan sekolahnya. Tentunya kita harapkan kunjungan ini akan bermanfaat dalam upaya pemanfaatan lahan pekarangan dan lahan disekitar sekolah. Disamping dapat memetik hasil atau panen juga menjadikan pekarangan sekolah hijau, indah dan lestari.
LAST_UPDATED2
 
Senam Pagi di halaman Kantor BPTP Bengkulu PDF Cetak E-mail
News - Info Aktual
Oleh Administrator   
Rabu, 22 Oktober 2014 08:10

Setelah sibuk bekerja dari Senin s/d Kamis, pegawai BPTP Bengkulu Jumat melaksanakan Senam Kesegaran Jasmani untuk menambah kebugaran fisik. Dengan fisik yang bugar dan sehat diharapkan kualitas SDM terus meningkat sehingga mampu kinerja seluruh staf BPTP Bengkulu. Selain itu, kegiatan ini juga untuk ajang silaturahim staf BPTP setelah sibuk dengan aktivitasnya masing-masing. Kepala BPTP Bengkulu Dr. Dedi Sugandi menyampaikan bahwa kegiatan ini harus rutin dilaksanakan secara terjadwal seperti halnya pengajian yang dilakukan pada hari Jumat minggu pertama dan ketiga tiap bulannya.

Senam dilakukan dengan berbagai gerakan untuk menggerakan bagian tubuh. Senam yang dilakukan selama 1 jam membuat karyawan BPTP bercucuran keringat karena semangatnya dalam berolah raga. Selesai senam seluruh peserta menikmati minum dan kacang rebus yang merupakan hasil panen dari kegiatan BPTP Bengkulu yang memanfaatkan lahan kering masam melalui tumpangsari kacang tanah dan jagung. 

LAST_UPDATED2
 
Persiapan PEDA XV di Kabupaten Kepahiang PDF Cetak E-mail
News - Info Aktual
Oleh Administrator   
Kamis, 09 Oktober 2014 11:22
Berdasarkan kesepakatan seluruh kontingen pada penutupan PEDA XIV di Muko-muko tahun 2013, pelaksanaan PEDA XV tahun 2015 dipusatkan di Kabupaten Kepahiang. Pekan Daerah (PEDA) Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) merupakan wahana bagi para petani – nelayan untuk melaksanakan konsolidasi, pengembangan diri, tukar menukar informasi, apresiasi, kemitraan dan promosi hasil pertanian dan perikanan yang diselengggarakan secara  teratur dan berkelanjutan.  Melalui PEDA petani nelayan berkesampatan untuk melakukan kegiatan pembelajaran dalam upaya memperkuat penerapan agribisnis di tingkat petani – nelayan.

Untuk mensukseskan pelaksanaan PEDA ke XV BPTP Bengkulu bekerja sama dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Kepahiang telah melaksanakan persiapan melalui rapat koordinasi. Dari BPTP Bengkulu diikuti oleh Kepala Balai (Dr. Dedi Sugandi) didampingi oleh Dr. Rudi Hartono, SP, MP, Yong  Farmanta , M.Si, Jhon Fritson SP. Persiapan dilakukan dengan mengadakan rapat yang diadakan di Aula Seketariat Pemda Kabupaten Kepahiang yang diikuti oleh beberapa instansi yaitu : Asisten II Setda Kabupaten Kepahiang, Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Kabupaten Kepahiang, Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Kepahiang, Dinas Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Kepahiang dan Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kabupaten Kepahiang.

Agenda rapat pembahasan rencana kerja pelaksanaan PEDA – KTNA ke XV Tahun 2015 di awali dengan Persentasi “ Desain Denah Lokasi Gelar Teknologi Hortikultura dan Stand Pameran KTNA “ yang disampaikan langsung oleh Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Bengkulu Dr. Dedi Sugandi, MP dengan materi antara lain :

  • Central Point dari pelaksanaan PEDA – KTNA ke XV Tahun 2015
  • Desain Jembatan dan Rambatan Tanaman
  • Tata Letak bangunan (Screen House, Etalase Pasca Panen, Pengolahan Hasil dan Alsintan, Plot RPL)
  • Tata letak  panggung dan tenda-tenda yang akan digunakan untuk kegiatan (Temu Teknologi, Cerdas Tangkas dan stan untuk pameran)
  • Tata letak tanaman eksotis dan tanaman unggulan kabupaten kepahiang yang akan ditampilkan.
Presentasi yang disampaikan kepala BPTP Bengkulu mendapat respon yang baik dari peserta rapat. Hal-hal yang didiskusikan baik berupa tanggapan dan pertanyaan yang diajukan oleh peserta antara lain :
  • Dinas Peternakan dan Perikanan (Slamet) minta stand khusus untuk menampilkan Aquarium serta produk-produk  olahan dari perikanan bahkan ingin menampilkan Aquaponik dan miniatur jaring apung
  • Dinas Kehutanan dan Perkebunan akan menyediakan tanaman/bibit sengon, Lada dan Pala.
  • Dinas Pertanian mengajukan permintaan supaya lokasi bagian depan supaya tidak terdapat bangunan sehingga jika memungkinkan bangunan yang sudah didesain posisinya dipindahkan ke belakang.
  • Posisi toilet, posko keamanan dan posko kesehatan dan drainase ditampilkan dalam desain denah lokasi.
  • Pada waktu hari H akan dibagikan bibit Sengon dan Jeruk kepada peserta secara gratis.
Dalam rapat ini disepakati komoditas yang akan ditanam antara lain :
  • Sayuran (Kol merak, kubis, brokoli, Bunga Kol, Bawang Merah, Kentang Merah, Tomat, Terung, Cabai, Paprika, Lobak, Asparagus)
-    Umbi-umbian (Talas Jepang)
-    Buah-buahan (Buah Naga, Jeruk, Jambu Binjai, Jambu Krisan, Stroberry dan pepaya California)
-    Bunga-bungaan Krisan (6 warna), Bunga Mawar, Bunga Sedap Malam, dan bunga dari Thailand.
-    Biofarmaka (Jahe,Kunyit)
-    Perikanan akan menampilkan Aquaponik, Aquarium, dan miniatur jaring apung.
-    Kolam yang terletak di Central Point akan diisi ikan Sidat dan Ikan Hias.


LAST_UPDATED2
 
Jarwo Indotransplanter PDF Cetak E-mail
News - Info Aktual
Oleh Administrator   
Rabu, 08 Oktober 2014 21:01
Dalam rangka pelaksanaan kegiatan Kajian Pemanfaatan Mesin Tanam Pindah Bibit Padi Sawah Sistem Legowo (Jarwo Indotransplanter) di Provinsi Bengkulu, telah dilaksanakan koordinasi BPTP Bengkulu yang diwakili Yong Farmanta, SP. M.Si dan tim dengan Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian. Acara dilaksanakan di Ruangan Rapat Program Balai Besar Mekanisasi Pertanian (BB Mektan) yang dihadiri Kasie Progam (Ir. Pras), KSPHP, KTU dan Prekayasa dari BB Mektan.

Pada pertemuan tersebut dibahas mengenai perkembangan kegiatan Pemanfaatan Mesin Tanam Pindah Bibit Padi Sawah Sistem Legowo (Jarwo Indotransplanter) di Provinsi Bengkulu. Kabid Program BB Mektan menyampaikan mengenai evaluasi kegiatan hingga bulan Agustus 2014.  Pada kesempatan tersebut, beliau juga menyampaikan tentang koordinasi yang berjalan baik antara pihak BPTP Bengkulu dengan BB Mektan. Sebagai wujud kerjasama yang telah berjalan dengan baik, pada tahun 2014 BB Mektan menganggarkan 1 unit alat Combine Harvester yang di peruntukkan untuk BPTP Bengkulu dalam mendukung pelaksanaan pengkajian di BPTP Bengkulu pada tahun 2015.Pada diskusi tersebut, BPTP Bengkulu merespon baik dan mengapresiasi rencana pengalokasian alat panen Combine Harvester untuk mendukung pengkajian BPTP Bengkulu pada tahun 2015.

Pada pertemuan koordinasi dan konsultasi tersebut, perekayasa dari BB Mektan : Dr. Parlan, juga menyampaikan penjelasan teknis mengenai operasional dari penggunaan alat Tanam Jarwo Indotransplanter. Penggunaan alat Indotransplanter ini untuk membantu penanaman dengan penghematan biaya sekitar Rp. 800.000,-. Untuk penggunaan 1 alat Indotransplanter dapat mengcover 4 hektar lahan sawah dengan 3 orang, 1 orang operator, 1 orang untuk menyulam, 1 orang menyiapkan benih. Persyaratan teknis lain dalam penggunaan Indotransplanter lahan yang digunakan tidak begitu dalam dan agak dangkal. Satu hari sebelumnya lahan sudah harus digenangi agar tanah yang dijalani indo jarwo tidak lengket pada roda alat indo jarwo.

Pada hari berikutnya dilakukan penggunaan alat indo transplanter, cara mengoperasionalkannya dan diskusi mengenai kendala mesin. Alat tanam mesin jarwo sekarang telah ada versi baru yang lebih update dibanding versi sebelumnya. Pada operasionalisasi ini ditunjukkan juga acara pembuatan dapok tempat penyemaian. Ukuran dapok harus sesuai dengan spesifikasi dari alat tanam. Ukuran dapok alat yang diberikan ini memiliki ukuran 20 x 40 cm. Keragaan tanaman yang tumbuh pada persemaian harus seragam, karena ketidakseragaman ini akan menyulitkan alat dalam menanam.

Pada BB Padi dilakukan koordinasi dan konsultasi dengan peneliti BB Padi mengenai keragaan tanaman hingga produksi padi yang ditanam dengan alat indo jarwo. Informasi dari konsultasi dengan BB Padi yang telah pernah melakukan percobaan penanaman padi menggunakan alat ini, bahwa dengan penggunaan alat ini dapat meningkatkan produktivitas hingga 20%.

Disampaikan juga leasson learn yang penting tentang tanaman yang ditanam mengunakan alat ini bahwa peran ukuran dapok sangat menentukan keberhasilan produksi. 1 ha membutuhkan 180 dapok, sedangkan 1 dapok membutuhkan benih sebanyak 60 gram benih. Komposisi tanah dan kompos juga harus diperhatikan dalam mengisi media tanam, karena akan menentukan keseragaman pertumbuhan benih. Perbandingan antar pupuk kandang dan tanah adalah 1 berbanding 2. Tebal media tanah yang harus diisi pada dapok adalah 2 cm.

Produktivitas yang telah diperoleh dari percobaan alat indo jarwo yang dilakukan BB Padi adalah 5,5 ton dengan penggunaan alat 1 hektar menghabiskan waktu tanam sekitar 4 jam dengan 3 orang pekerja.Pada akhirnya, Peneliti BB Padi menyampaikan bahwa penggunaan alat indotransplanter ini sangat bermanfaat membantu petani dalam efisiensi biaya untuk penanaman.

Pada hari selanjutnya, dilanjutkan dengan Diskusi umum mengenai pemantapan Program dan Kegiatan Tanaman Pangan dengan penyampaian teknis penggunaan indotransplanter berdasarkan pengalaman yang dilakukan oleh BB Padi. Disampaikan juga bahwa penggunaan alat indotransplanter ini sangat membantu dalam rangka mewujudkan program surplus 10 juta ton pada tahun 2014.


LAST_UPDATED2
 
Apresiasi Teknologi Pemanfaatan Lahan Kering Masam PDF Cetak E-mail
News - Info Aktual
Oleh Administrator   
Kamis, 25 September 2014 14:15
Pangan, pakan, bahan bakar dan serat merupakan isu regional, nasional dan global, pertanian bio-industri merupakan strategi pembangunan pertanian berkelanjutan di Indonesia. Lahan kering masam (sub optimal) potensial untuk pengembangan jagung dan kacang tanah. Tumpangsari merupakan salah satu alternatif sistem budidaya pada lahan sub optimal. Permasalahan lahan kering masam diantaranya adalah : 1) pH rata-rata <4,5 (kemasan tinggi) 2) Kejenuhan Al tinggi; 3) Miskin hara makro (P, K, Ca, Mg); 4) Kandungan bahan organik rendah.

Untuk itu Rabu,  September 2014 telah dilaksanakan  Acara Apresiasi Teknologi Pemanfaatan Lahan Kering Masam dengan Tumpang Sari Jagung dan Kacang Tanah  di Dinas Pertanian, Peternakan dan Perkebunan Kabupaten Bengkulu Tengah.

Tujuan  diadakan Apresiasi adalah : 1) Menentukan varietas kacang tanah yang tepat untuk ditumpangsarikan dengan jagung; 2) Mengevaluasi efektivitas penambahan amelioran; 3) Meningkatkan produktivitas, efisiensi penggunaan  lahan, dan keuntungan usahatani secara tumpang sari; 4) Mendapatkan alternatif rekomendasi teknis sistem tumpangsari jagung dan kacangtanah pada lahan supoptimal; 5) Mendapatkan umpan balik dari stakeholder dan petani pengguna.

Peserta berjumlah 125 orang terdiri dari Dinas Pertanian, Peternakan dan Perkebunan Kab. Bengkulu Tengah, Dinas Perindustrian Kab. Bengkulu Tengah, BP4K Kab. Bengkulu Tengah, BPSB Provinsi Bengkulu, BP3K Kab. Bengkulu Tengah, Ibu Kepala Desa Pasar Pedati, Korluh Kecamatan Pondok Kelapa, Kelompok Tani Sungai Suci Desa Pasar Pedati Kecamatan Pondok Kelapa sebagai petani kooperator.

Acara diawali sambutan Kepala BPTP Bengkulu disampaikan oleh Dr. Umi Pudji, MP  dan didampingi Kepala Dinas Pertanian, Perternakan dan Perkebunan Kabupaten Bengkulu Tengah (Durani,SP), Peneliti Dr. Wahyu Wibawa, MP sebagai penanggung jawab kegiatan, Dr. Eko dari Universitas Bengkulu, Kepala BP4K Kabupaten Bengkulu Tengah (mewakili Marzuan Riadi) dan PT. Indosit Prima sebaga penangkar bibit kacang tanah.

Selanjutnya diminta Kepala Dinas Pertanian, Perternakan dan Perkebunan Kabupaten Bengkulu Tengah (Durani,SP) untuk memberi sambutannya sebagai tuan rumah dan sekaligus membuka secara resmi.  Kepala Dinas berharap agar inovasi ini dikembangkan secara luas dan berjanji untuk mengupayakan program pengembangan jagung dan kacang tanah secara luas.

Kepala BP4K Kabupaten Bengkulu Tengah sangat mengapresiasi BPTP Bengkulu dengan adanya kegiatan tumpang sari jagung dan kacang tanah pada lahan kering masam. Inovasi ini sangat diperlukan oleh penyuluh dan petani pengguna. Seluruh peserta antusias mengikuti acara apresiasi, dan secara umum berminat untuk mencontoh budidaya secara tumpang sari.

Materi yang disampaikan :

  1. Teknologi Pemanfaatan Lahan Kering Masam dengan Tumpangsari Jagung dan Kacang Tanah oleh Dr. Wahyu Wibawa, MP dari BPTP Bengkulu
  2. Kebijakan Pengembangan Lahan Kering Masam di Kabupaten Bengkulu Tengah oleh Kepala Dinas Pertanian, Perternakan dan Perkebunan Kabupaten Bengkulu Tengah (Durani,SP)
  3. Dukungan  Lembaga Penyuluhan dalam Pengembangan Lahan Kering Masam di Kabupaten Bengkulu Tengah oleh Marzuan Riadi mewakili Kepala BP4K Kabupaten Bengkulu Tengah.
Kunjungan lapangan dipandu oleh Dr. Wahyu Wibawa, MP, nampak peserta sangat semangat dengan melihat dan mendengar pemandu.  Acara diakhiri dengan diskusi dan tanya jawab

LAST_UPDATED2
 


JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL
Joomla Templates by JoomlaVision.com