Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Highlight

UPBS
kalender
web mail
satulayanan
SERBA SERBI
Sinar Tani

Buku Inovasi



  

 

Ex Kepala 1985-2011

        

On-LINE

Terdapat 3 Tamu online
Partisipasi BPTP Bengkulu pada Open House dan Temu Teknologi Padi di Balai Besar Penelitian Tanaman Padi Sukamandi PDF Cetak E-mail
News - Info Aktual
Oleh Administrator   
Kamis, 18 Juli 2013 10:43
Soft Opening, 3 Juli 2013
Balai Besar Penelitian Tanaman Padi (BB Padi), selama tiga hari, mulai tanggal 3 sampai dengan 5 Juli telah menyelenggarakan serangkaian kegiatan Open Huse dan Temu Teknologi Padi, sebagai salah satu kegiatan diseminasinya pada tahun 2013. Kepala Balai Besar Penelitian Tanaman Padi, Dr. Made Jana Mejaya, dalam Soft Openingnya, 3 Juli di Lapangan Upacara BB Padi melaporkan bahwa Kegiatan Open House dan Temu Teknologi Padi tahun ini, mengangkat Tema Inovasi Tekologi Padi Adaptif Perubahan Iklim Global, Mendukung Pencapaian Target Surplus 10 Juta Ton Beras pada 2014”.




Serangkaian kegiatan yang digelar selama tiga hari ini meliputi ekspose indoor dan outdoor (on Farm) tentang inovasi teknologi padi, Seminar Padi Nasional, Padu Padan Pendampingan SL-PTT Padi, Padu Padan Perbenihan, serta Temu Bisnis  Rintisan Kerjasama. Secara khusus dalam kegiatan temu bisnis dan rintisan kerjasama kali ini, digelar pula orasi purna tugas Prof. Riset, Dr. Baehaki SE. Soft Opening hari pertama dihadiri oleh para peneliti, karyawan dan karyawati BB Padi, para petugas beberapa  Dinas Pertanian Jawa Barat dan Jawa Tengah, Mahasiswa, para penangkar, Gapoktan, dan petani.



Soft Opening  Open House dan Temu Teknologi pada hari pertama dihadiri oleh sekitar 1200 pengunjung. Lebih lanjut Kepala Balai Besar Penelitian Tanaman Padi, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mengakselerasi diseminasi dan adopsi inovasi teknologi padi yang tersedia oleh pengguna, khususnya  terkait dengan antisipasi dan mengatasi dampak perubahan iklim global terhadap produksi pertanian dalam upaya swasembada pangan berkelanjutan. Mengahiri Soft Openingnya, Kepala BB Padi menyerahkan secara simbolis sampel benih  Varietas Unggul Baru (VUB)  Inpari 20 dalam rangka pembagian benih VUB secara gratis kepada petani binaan BB Padi yang berasal dari Sukamandi, Gapoktan dari Banyumas, dan Gapoktan dari Cilacap. Selama kegiatan open house dan temu teknologi kali ini telah dibagikan sebanyak 12 ton benih VUB tersebut. Usai Soft Opening, para pengunjung langsung menyerbu stand pembagian benih gratis di arena ekspose indoor serta stand outdoor yang menyajikan berbagai informasi inovasi teknologi unggulan padi terkini baik yang dihasilkan oleh Badan Litbang Pertanian maupun oleh swasta. Pada kegiatan hari pertama ini, turut meramaikan pula Dharma Wanita BB Padi dengan bazar beras murah dan pakaian bekas layak pakai (Gambar 3).

Workshop Padu Padan Pendampingan SL-PTT
Hari pertama open house dan temu teknologi padi, selain menyajikan ekspose indoor dan outdoor , digelar pula  dua kegiatan workshop,  yaitu Padu Padan Pendampingan SL-PTT bertempat di Auditorium Utama BB Padi, serta Padu Padan Perbenihan bertempat di Auditorium Sadikin. Padu Padan pengawalan/pendampingan SLPTT Padi tahun 2013 dilaksanakan berdasarkan SK Kepala Badan Litbang No.59/2013. Workshop ini bertujuan: (1) Menyamakan persepsi dan pemahaman tugas serta strategi pendampingan/pengawalan SL-PTT padi 2013, dan (2) Mengevaluasi mekanisme dan progress pelaksanaan serta menyiapkan materi serta tindak lanjut pengawalan/pendampingan SL-PTT 2013 dan rencana 2014. Workshop  dihadiri oleh Peneliti BB Padi pendamping/pengawal SL-PTT sebanyak 50 Orang, dan 30 Koordinator SL-PTT dari BPTP yang melaksanakan pengawalan SL-PTT Padi termasuk BPTP Bengkulu yang diwakili oleh (Yong Farmanta, SP,M.Si dan Dr. Wahyu Wibawa, MP), serta  narasumber  dari Ditjen Tanaman Pangan, Puslitbangtan, BBP2TP, serta  perwakilan BPTP; yaitu BPTP Jabar, BPTP Sumut, dan BPTP Sulsel.



Padu Padan Pendampingan SL-PTT berlangsung hingga pukul 16:30. Dari hasil paparan narasumber, peserta dan diskusi diperoleh beberapa butir rumusan sebagai berikut:

  1. Pelaksanaan pendampingan SL-PTT pada Kawasan Pertumbuhan, Kawasan Pengembangan, dan Kawasan Pemantapan berupa penyediaan dan sosialisasi inovasi teknologi terkini khsususnya Varietas Unggul Baru (VUB) dan Teknologi Budidaya Pendukung spesifik Lokasi, agar memberikan kontribusi yang nyata terhadap pencapaian produktivitas dan produksi padi nasional
  2. Dalam keadaan normal, sejak suatu VUB dilepas membutuhkan waktu 4 (empat) tahun untuk dapat diadopsi oleh petani (Tabel 1).  Tahapan pengenalan VUB spesifik lokasi oleh BPTP ke petani di tiap Kawasan SLPTT sebagai berikut: (a) Tahun pertama melaksanakan Uji Adaptasi atau Display, (b) Tahun kedua melaksanakan Uji Demfarm, (c) Tahun ketiga melaksanakan Geltek sebagai bukti bahwa teknologi (VUB) telah diadopsi oleh Gapoktan.  
  3. Ketentuan Uji Adaptasi VUB sbb: (a) menggunakan varietas unggul spesifik lokasi berdasarkan kondisi di tiap lokasi,  (b) jumlah VUB  2 - 4 ditambah 1 - 2 varietas eksisting sebagai cek/pembanding, (c) kelas benih SS (benih pokok), (d) Luas plot yaitu 2 m x 5 m dengan 3 ulangan,  (e) jumlah lokasi sama untuk tiap Kawasan, (f) hasil panen dari Uji Adaptasi ini dapat digunakan sebagai benih untuk Uji Demfarm pada tahun berikutnya, (g) bila memungkinkan dan terdapat air irigasi, Uji adaptasi sebaiknya dilakukan pada dua Musim Tanam (Musim Penghujan dan Musim Kemarau) untuk mengetahui respon VUB terhadap kedua musim tersebut. BPTP bersama Penyuluh lapangan dan Gapoktan mengkaji semua karakter/keragaan dari VUB dan dibandingkan dengan varietas Pembanding. Hal ini untuk mengetahui keunggulan dan kelemahan dari VUB tersebut, sehingga diharapkan tidak terjadi keluhan oleh petani di kemudian hari bila natinya VUB tersebut diadopsi oleh Gapoktan .
  4. Ketentuan Uji Demfarm  VUB terpilih sbb: (a) menggunakan VUB yang terpilih dari hasil Uji Adaptasi VUB musim atau tahun sebelumnya di tiap lokasi, (b) jumlah VUB  1 - 2 ditambah 1 - 2 varietas eksisting sebagai cek/pembanding, (c) kelas benih SS, (d) Luas lahan  yaitu 1 Ha per varietas,  (e) jumlah lokasi sama untuk tiap Kawasan,  (f) bila memungkinkan dan terdapat air irigasi, Uji Demfarm sebaiknya dilakukan pada dua Musim Tanam (Musim Penghujan dan Musim Kemarau) untuk mengetahui respon VUB terhadap kedua musim tersebut .
  5. Adopsi VUB oleh Gapoktan dengan luas tanam minimal 10 ha/kawasan/Kabupaten terpilih. Adopsi dapat dibuktikan bila semua biaya produksi (selain benih) ditanggung oleh Gapoktan. Gelar Teknologi dan Temu Lapang dilakukan oleh BPTP dengan mengundang Pemda untuk menunjukkan bahwa VUB atau teknologi sudah diadopsi oleh petani.
  6. Dengan tahapan seperti di atas, petani anggota Gapoktan mempunyai waktu dua tahun (saat Uji Adaptasi dan saat Uji Demfarm) untuk meyakinkan dirinya bahwa  VUB lebih unggul dari varietas yang mereka tanam sebelumnya (varietas Pembanding), sehingga kecil adanya kemungkinan keluhan oleh petani di kemudian hari setelah VUB diadopsi.
  7. Mekanisme penyelengaraan "Pembekalan"  Pendamping Lapang (PL) mulai dari PL-1, PL-2, dan PL-3 secara berjenjang perlu dimodifikasi. BB Padi dan BPTP menggunakan istilah "Pembekalan" untuk membedakan dengan istilah "Pelatihan" yang menjadi tupoksi Badan PSDMP.
  8. Pada April  2013 telah dilakukan  pembekalan terhadap 80 Penyuluh dari 33 BPTP selama 7 hari di BB Padi yaitu tentang Manajemen/Pengelolaan Budidaya Padi. Para alumni tersebut dapat disetarakan dengan PL-1 dan dapat digunakan sebagai nara sumber pada kegiatan Pembekalan yang diadakan oleh BPTP terhadap PL-2 yaitu para LO dari BPTP di tiap Kabupaten. Para alumni PL-2 tersebut bertugas sebagai nara sumber pada kegiatan Pembekalan oleh Bappeluh terhadap  PL-3 yaitu Penyuluh Lapangan di tiap Kabupaten. Dengan tahapan ini, para PL-2 (para LO dari BPTP di tiap Kabupaten) hanya bertugas sebagai: (a) nara sumber pada kegiatan  Pembekalan oleh Bappeluh terhadap  PL-3 yaitu Penyuluh Lapangan di tiap Kabupaten, dan (b) Penanggung jawab kegiatan Uji Adaptasi dan Uji Demfarm di sekitar lokasi SLPTT Kawasan terpilih.
  9. Pelaksanaan pendampingan SL-PTT oleh peneliti BB Padi harus dilakukan secara proaktif bekerjasama dengan koordinator SL-PTT di tiap BPTP, yaitu dalam hal pemilihan VUB spesifik lokasi dan penyediaan materi (benih kelas SS) oleh BB Padi, sebagai narasumber pada pembekalan, supervisi dan pemberian rekomendasi pemecahan masalah lapangan. Bentuk konkrit pelaksanaan pendampingan TA 2014 akan dibahas dan ditetapkan oleh Koordinator Pendampingan dari BB Padi dan Koordinator Pendampingan dari BBP2TP.
  10. Dalam rangka penyediaan Benih Sumber VUB Padi untuk keperluan Uji Adaptasi 2014, setiap Koordinator Pendampingan SLPTT Padi diwajibkan mengajukan rencana tanam, jumlah varietas, dan volume kepada Kepala BB Padi paling lambat akhir Juli 2013.


tabel

Workshop Padu Padan Perbenihan
Pada hari pertama Open House dan Temu teknologi ini, diselenggarakan Padu Padan Perbenihan padi lingkup Badan Litbang Pertanian yang dilaksanakan oleh Balai Besar Penelitian Tanaman Padi. Workshop ini  bertujuan untuk peningkatan wawasan penanggung jawab UPBS BPTP dalam pengelolaan benih sumber  dan  penguatan networking antar UPBS lingkup Badan Litbang Pertanian pada umumnya dan khususnya produsen  benih padi serta perencanaan produksi benih sumber padi tahun 2014. Padu Padan Perbenihan di BB Padi diikuti oleh 42 peserta terdiri dari 32 peserta dari UPBS BPTP, Balitra dan Lolit Tungro, dan 10 peserta dari swasta dan Dinas Pertanian.

gambar

Beberapa   rumusan hasil workshop ini antara lain adalah: (1) Setiap benih yang akan dikirimkan ke  luar lokasi harus dilengkapi phytosanitory certificate. Terkait dengan phytosanitory certifacate yang membutuhkan biaya untuk pengujian lab dan pembuatan sertifikat, maka perlu dianggarkan dana untuk pengurusan phytosanitory certificate, (2)  Untuk membangun UPBS BPTP/ Balit yang high profile maka diperlukan: peningkatan sarana dan prasarana dalam produksi dan pengelolaan benih (lantai jemur, drier, air screen cleaner, unit pengepakan benih dsb), pembangunan kantor UPBS, peningkatan jumlah personil pengelola UPBS (untuk beberapa BPTP) dan peningkatan kompetensi personil pengelola UPBS, (3) Terkait dengan dana UPBS maka perlu: (a) Penyusunan pedoman unit cost produksi benih berdasarkan kelas benih, lokasi, upah tenaga kerja), (b) Perlu penambahan klausul mengenai benih bantuan/diseminasi dalam Pedum UPBS Badan Litbang Pertanian, (c) Perlu dipisahkan dana produksi benih untuk dijual dan kemudian di setor ke PNBP dan dana untuk benih bantuan/diseminasi, dan (d) Perlu disiapkan dana untuk percepatan pengenalan varietas baru seperti dalam bentuk temu lapang dsb setelah dilakukan uji adaptasi varietas.
Melalui forum ini, BB Padi sebagai penyedia benih sumber untuk BPTP mengharapkan umpan balik dan informasi dari BPTP sejauh mana keberlanjutan produksi dan pendistribusian benih sumber yang diproduksi oleh UPBS BPTP. Hal tersebut untuk melihat impac dari produksi benih sumber UPBS BB Padi terhadap penyebaran varietas dan perkembangan industri benih secara umum. Salah satu mekanisme untuk mendapatkan UPBS BPTP yang high profile adalah melalui UPBS tersertifikasi.  Empat UPBS BPTP tertarik untuk mulai inisiasi SMM berbasis ISO 9001:2008 yaitu: UPBS BPTP Jatim, Jabar , NTB dan Sumut.  Dalam pendampingan UPBS BPTP yang akan mengajukan sertifikasi ISO 9001 diperlukan: (a) Laboratorium mutu benih di BPTP yang terakreditasi atau kerjasama dengan laboratorium mutu lain yang terakreditasi, (b) Sosialisasi awal mengenai sistem manajemen mutu dalam produksi benih sumber, (c) Pendapingan penyusunan dokumen mutu untuk sertifikasi, dan (d) Komitmen manajemen dari masing-masing UPBS terkait.
Seminar Padi Nasional
Kegiatan open house dan temu teknologi hari kedua diisi dengan Seminar Padi Nasional.  Seminar Padi Nasional dibuka oleh Kepala Badan Litbang Pertanian yang kali ini diwakili oleh Kepala Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian (BBP2TP), Dr. Agung Hendriadi. Pembukaan seminar kali ini sekaligus membuka secara resmi serangkaian kegiatan open house dan temu teknologi di Balai Besar Penelitian Tanaman Padi.  Dalam sambutannya Kepala Badan Litbang Pertanian menegaskan bahwa di tengah ancaman kondisi krisis pangan dunia khususnya beras dan isu pemanasan iklim global yang semakin terasa, acara Open House dengan tema: Inovasi Teknologi Padi Adaptif Perubahan Iklim Global Mendukung Surplus 10 Juta Ton Beras Tahun 2014”,  ini bermakna penting sebagai pernyataan tekad dan kesiapan kita semua untuk terus mendukung upaya Pemerintah dalam meningkatkan produksi beras dan turut berkontribusi dalam mengatasi dampak perubahan iklim terhadap peningkatan produksi dan swasembada beras berkelanjutan



 
LAST_UPDATED2
 
Joomla Templates by JoomlaVision.com