JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Agenda Acara

UPSUS

Sebagai lembaga riset yang ada di daerah BPTP Balitbangtan Bengkulu menjalankan tugas pokok dan fungsinya dalam melaksanakan penelitian dan pengkajian spesifik lokasi. kegiatan yang dilakukan berupa pengkajian untuk merakit inovasi teknologi tepat guna yang dapat diterapkan di tingkat petani dan sekaligus melakukan kegiatan diseminasi dan pendampingan agar inovasi ini dapat tersebar ke kalangan Stakeholder, Perguruan tinggi sampai dengan petani sebagai pengguna. Dalam usaha mencapai swasembada sembilan komoditas strategis Kementerian Pertanian,

Kejar target Luas Tambah Tanam, Tim Upaya Khusus (UPSUS) Padi, Jagung, dan Kedelai (Pajale) turun lapang (5 Oktober 2019). Dikomandani oleh Penanggungjawab UPSUS Pajale Provinsi Bengkulu, Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Perkebunan, tim melakukan koordinasi ke Dinas Pertanian Kabupaten Kepahiang dan Kabupaten Rejang Lebong. Bersama dengan Penanggungjawab Kabupaten, Penanggung Jawab UPSUS Kabupaten yakni Kepala Balai Penelitian Tanaman Industri dan Penyegar (Balittri), dan Kepala Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (Balittro) serta Kepala BPTP Balitbangtan Bengkulu.

Bertemu dengan Kepala Dinas Kabupaten Kepahiang dan jajarannya serta Kepala Dinas Pertanian dan Perinanan Kab. Rejang Lebong, pertemuan digagas untuk membahas evaluasi pencapaian target LTT Bulan September serta dan potensi LTT di bulan Oktober Tahun 2019 serta permasalahan yang dihadapi.
Curah hujan yang masih rendah, diyakini menjadi faktor penyebab petani belum melakukan olah tanah.

Menurut Kepala Dinas Kabupaten Kepahiang jika intensitas hujan meningkat dan tersedia air dalam jumlah yang memadai maka akan dilakukan pnenaman padi gogo seluas 250 ha karena benih sudah tersedia. Kemarau yang cukup panjang juga manjadi kendala pencapaian target LTT Kabupaten Rejang Lebong pada Bulan September ini.

Desa Bumi Sari Kecamatan Ujan Mas dan Desa Rimbo Recap, Kecamatan Curup Selatan, Kabupaten Rejang Lebong menjadi beberapa wilayah yang berpotensi untuk bertambah luas tanamnya dengan kondisi air yang masih cukup tersedia dan saluran irigasi yang masih berfungsi dengan baik.

Write comment (0 Comments)

Bulan Januari 2019 ditutup dengan aktivitas Penanggung Jawab UPSUS PAJALE Provinsi Bengkulu yang sekaligus Kepala Balai Besar Pengkajian dan pengembangan Teknologi Pertanian (Dr. Ir. Haris Syahbuddin, DEA) pada hari Kamis (31/01/2019) ke Kabupaten Kepahiang.

Koordinasi dan kunjungan didampingi oleh Peneliti Utama dari BBP2TP (Prof. Dr. Rubiyo), Kepala BPTP Balitbangtan Bengkulu (Dr. Ir. Darkam Musaddad, M.Si) dan Tim UPSUS PAJALE BPTP Balitbangtan Bengkulu. Dalam kunjungan tersebut, rombongan bertemu dengan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kepahiang (Hernawan, SPKP), Kabid. Tanaman Pangan (Candra Yahova, SP) dan Kabid. Tanaman Perkebunan (Deva Yarman, SP.)

Tak hanya bicara tentang UPSUS PAJALE, kunjungan lapang kali ini juga dilakukan dalam rangka rencana kegiatan mendukung Pengembangan kopi di Kab. Kepahiang. Kunjungan dilakukan ke wilayah Kampung Kopi, salah satunya ke Kelompok Tani Subur Makmur di Desa Sidorejo Kec. Kabawetan yang melakukan kegiatan budidaya dan pengolahan kopi bubuk dengan merek dagang Mantep. Kopi yang diproduksi merupakan kopi campuran antara klon Sintaro 1, Sintaro 2, Sintaro 3 dan Sehasence. Keempat klon itu adalah klon unggul lokal Bengkulu yang telah dilepas oleh Menteri Pertanian pada tahun 2014.

Entres klon unggul lokal tersebut juga telah tersedia di kebun entres milik kelompok tani Permata Sari Desa Bukit Sari Kec. Kabawetan. Kebun entres seluas 30 Ha tersebut telah tersertifikasi.

Bagi penikmat kopi yang sudah pernah merasakan citarasa kopi bengkulu dijamin pasti akan ketagihan dengan citarasanya.

Write comment (0 Comments)

Langkah cepat langsung dilakukan penaggungjawab Upaya Khusus Padi jagung kedelai (UPSUS PAJALE) Provinsi Bengkulu yang baru Dr. Ir. Muhammad Taufiq Ratule, M.Si dalam usaha percepatan Luas Tambah Tanam padi dengan melaksanakan Rapat Koordinasi pada hari ini Kamis (4 Juli 2019).

Rakor UPSUS PAJALE yang diselenggarakan oleh BBPengkajian Balitbangtan dan BPTP Balitbangtan Bengkulu ini dihadiri oleh Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Bengkulu, Korem 041 Garuda Emas, Dinas Pertanian Kabupaten/Kota se-Provinsi Bengkulu, Kodim, Dinas PUPR, BMKG, petugas pertanian kecamatan, petugas LTT dan Opsin serta TIM UPSUS BPTP Bengkulu.

Target LTT nasional selalu lebih tinggi dari provinsi. Bengkulu mempunyai pola hujan tidak teratur yang menyebabkan LTT tidak tetap, namun demikian capaian LTT periode Oktober-Juni 2019 lebih tinggi dibandingkan Oktober-Juni 2019. Dukungan Balitbangtan untuk percepatan LTT, antara lain diseminasi VUB padi, inovasi KATAM yang dikoneksikan dengan Puslitbangtan (diseminasi VUB padi untuk mengatasi stanting padi).

Pada kesempatan ini juga dilakukan serah terima jabatan penanggungjawab UPSUS PAJALE yang lama Dr. Ir. Haris Syahbudin, DEA kepada pajabat yang baru Dr. Ir. Muhammad Taufiq Ratule, M.Si yang sekaligus menjabat Kepala Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian (BBP2TP) yang baru.

Rencana tidak lanjut dari hasil Rakor UPSUS Pajale ini yaitu waspada kekeringan, percepatan tanam pada wilayah-wilayah yang masih cukup air, keterlibatan penyuluh mendampingi percepatan tanam dan pencapaian target LTT, menyediakan benih-benih tahan kekeringan, koordinasi dengan BMKG setempat, penerapan teknologi efisiensi pemanfaatan irigasi.

Selalu semangat menuju Kedaulatan pangan

Write comment (0 Comments)

17 hari pertama tahun 2019 semangat UPSUS PAJALE sudah kental terasa,  hari ini (17/01/2019)  tim UPSUS PAJALE Provinsi Bengkulu yang dikomandoi oleh Kepala BBPengkajian Balitbangtan (Dr. Ir. Haris Syahbuddin, DEA) sudah melaksanakan Rapat Koordinasi UPSUS PAJALE di Kab. Rejang Lebong untuk mempercepat capaian LTT PAJALE di Kabupaten Rejang Lebong.

Untuk juknis Tumpang sari Tanaman (TURIMAN) dapat diunduh: DISINI

Rakor pertama yang bekerjasama dengan Dinas Pertanian Kabupaten Rejang Lebong ini dibuka oleh Kepala Distan Kab. Rejang Lebong (Taman, SP) dihadiri oleh 50 orang peserta, diantaranya Kepala BPTP Balitbangtan Bengkulu (Dr. Ir. Darkam Musaddad, M.Si), PJ UPSUS Kabupaten (Ir. Achmad Subaidi, M.Si), Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura, Kabid Perkebunan, Koordinator OPSIN, Kepala Pertanian Kecamatan (KPK), Kepala Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) dan Tim UPSUS PAJALE BPTP Balitbangtan Bengkulu.
Poin penting yang disampaikan oleh PJ UPSUS PAJALE Provinsi Bengkulu, antara lain verifikasi Luas baku lahan sawah Kab. Rejang Lebong, capaian LTT 2018, dan sosialisasi program Petani Milenial. Capaian LTT Padi Januari-Desember 2018 di Kab. Rejang Lebong sebesar 25.219 Ha atau 92,97% dari total target (27.127 Ha). Capaian ini meningkat dari capaian tahun 2017 (21.120 Ha). Capaian ini diharapkan terus meningkat di tahun 2019, meskipun masih ada gonjang ganjing tiga versi data luas baku lahan sawah di Kab. Rejang Lebong. Jangan galau ya, tetap semangat untuk kejar target LTT.

Melalui Rakor ini target output yang didiskusikan antara lain Target LTT Padi untuk bulan Februari (2.010 Ha) dan Maret (1.273 Ha) beserta strategi capaian LTT di Kab Rejang Lebong.Tak hanya diskusi tentang LTT,  PJ UPSUS PAJALE juga menyerahkan bantuan benih secara simbolis berupa benih sebar kopi robusta sebanyak 5.000 batang dan benih padi Inpari 42 dan 32 sebanyak 250 kg. Semangat UPSUS PAJALE, Swasembada didepan mata..






Write comment (0 Comments)