JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Rapat Koordinasi UPSUS Pajale dan Optimalisasi Alat Mesin Pertanian Provinsi Bengkulu

fShare
0

Bengkulu. Rabu, 08 Agustus 2018 bertempat di Aula Xtra Hotel telah berlangsung pertemuan rapat koordinasi dalam rangka mensukeskan kegiatan Upaya Khusus (UPSUS) Pajale dan Optimalisasi Alat Mesin Pertanian (OPSIN) di Provinsi Bengkulu. Rapat mengambil topik "Strategi Pencapaian Target LTT Agustus s.d September 2018 dan OPSIN Provinsi Bengkulu". Tujuan kegiatan ini adalah 1). Melakukan koordinasi perkembangan kegiatan program UPSUS PAJALE dan OPSIN dari masing - masing kabupaten, 2). Menentukan strategis pencapaian target LTT Agustus s.d September 2018 dan OPSIN Prov. Bengkulu, 3). Menginventarisir permasalahan yang dihadapi oleh kabupaten dan upaya pemecahan masalah dalam melaksanakan program UPSUS PAJALE dan OPSIN Tahun 2018.


Rakor dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (Ir. Ricky Gunawan). Dalam pertemuan tersebut dilakukan perkenalan atas tim penanggungjawab kegiatan UPSUS Bengkulu yang baru yakni Dr. Ir. Harris Syahbudin, DEA (Ka. BBP2TP Litbang Kementan), dimana sebelumnya beliau menjabat sebagai penanggungjawab UPSUS wilayah Bangka Belitung, mengantikan Dr. Ir. Widi Harjono, M.Sc. Hadir juga dalam pertemuan rapat koordinasi tersebut hadir para Kepala Dinas Pertanian, Kepala Bidang se-Provinsi Bengkulu, Plh. Kepala BPTP Balitbangtan Bengkulu (Dr. Rudi Hartono, SP., MP), perwakilan dari unsur TNI (Korem 041  Gamas dan perwakilan beberapa Kodim), BPS Penyuluhan Provinsi, serta Liasson Officer (LO) dari BPTP Balitbangtan Bengkulu.

Penjab UPSUS Pajale Provinsi Bengkulu yang lama memaparkan, bahwa berdasarkan hasil Rapat Pimpinan (RAPIM A) yang dipimpin langsung oleh Menteri Pertanian dengan topik bahasan adalah Realisasi UPSUS PAJALE dan OPSIN pada tanggal 2 Agustus 2018 di PPMKP Ciawi, diinformasikan bahwa realisasi LTT padi Provinsi Bengkulu Oktober-Juli 2018 masih jauh dari target yang telah ditetapkan bahkan lebih rendah dibandingkan periode yang sama di tahun 2017 yaitu 1.513 ha.  Oleh karena itu beliau mengharapkan kepada Penjab UPSUS yang baru untuk men-drive secara ketat capaian dan target LTT dimasa mendatang, "saya harap capaian dan potensi LTT agar dievaluasi secara ketat sampai level kecamatan" pungkasnya.

Sementara itu, Direktur Perlintan Kementan (Yanwar) selaku narasumber dan sekaligus Penjab UPSUS Provinsi Sumatera Barat menyampaikan pengalaman dan success story pengelolaan LTT, bahwa  gerakan LTT dan peningkatan provitas itu pasti dan wajib, sehingga memang harus sinergi dengan BPS. Ditingkat lapangan sinergitas antara petugas baik itu penyuluh atau mantri tani yang mengerti wilayah binaannya dan petugas BPS terkait data statistiknya memang harus berjalan sinergi dan baik. Pada akhir acara dilakukan penandatangan Target Luas Tambah Tanam (LTT) periode Agustus September 2018