JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

BPTP Balitbangtan Bengkulu Bersinergi dengan Bulog dan KTNA Serap Gabah Petani

fShare
0

Serap Gabah Petani (Sergap) merupakan hal yang perlu dipikirkan bersama agar petani tidak dirugikan namun stok pangan nasional tercukupi. Menjelang panen raya yang akan dimulai di beberapa daerah sentra tanaman padi, Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kecamatan Pondok kelapa yang diketuai oleh Suryadi memberikan perhatian khusus dengan melakukan pertemuan dengan pihak terkait. Rabu (4/4/2018), bertempat di Balai Penyuluhan Pertanian Talang Pauh dilaksanakan pertemuan yang membahas serapan gabah. Saat ini harga gabah trendnya mulai menurun pada kisaran harga GKP di tengkulak Rp. 3500/kg ungkap Suryadi.

Hadir sebagai narasumber pada pertemuan tersebut Taufik Hidayat, S.TP dari BPTP Balitbangtan Bengkulu yang menyampaikan penanganan pascapanen padi dan memanen padi yang sudah cukup umur panen. Pemanenan padi yang tepat antara 110 -120 hari yang tergantung jenis varietas yang ditanam atau bisa juga dengan mengukur kadar air, dimana kondisi yang ideal sekitar 20% pada saat panen. Padi yang dipanen pada umur yang cukup akan menghasilkan beras berkualitas baik yang dapat digolongkan dalam kelas medium dan premium sesuai standar SNI.

Baca Artikel Lainnya:

1. Perkuat Sinergi Kepala BBP2TP Kunjungi Bulog Divre Bengkulu

2. Bupati Lebong Gerakkan Aparatnya untuk sukseskan Upsus Pajale

3. Panen Perdana MT 2 di Kabupaten Lebong disambut gembira para petani

Pada kesempatan itu juga hadir Marwan selaku Kepala Bidang Pelayanan Publik Bulog Divisi Regional Bengkulu. Dalam penjelasannya menyampaikan bahwa Bulog hadir agar petani terbebas dari jeratan tengkulak yang mempermainkan harga sehingga petani tidak mendapatkan harga sewajarnya. Kemudian Bulog juga berkewajiban sebagai penstabil harga sehingga petani masih untung, namun disisi lain harga beras ditingkat konsumen masih terjangkau. Bulog berharap petani berkontribusi membantu dengan menjual gabahnya ke Bulog, sebagai kompensasi para petani yang telah diberi bantuan subsidi oleh pemerintah ungkap Marwan. Bulog akan hadir membantu petani pada saat harga gabah petani terpuruk, sesuai dengan harga inpres No 5 tahun 2015 yang sudah ditetapkan yang pastinya menguntungkan bagi petani pungkas beliau. Harga yang dipatok saat ini oleh Bulog untuk GKP Rp. 3700, GKG 4500, sedangkan beras dengan harga 7300 dengan persyaratan kadar air GKP di bawah 25% dan untuk beras patahan maksimal 20%.

Disamping pola kerjasama pembelian gabah, Bulog juga menawarkan kelompok tani untuk menjadi outlet Rumah Pangan Kita (RPK) yang dapat menjual produk dari Bulog seperti beras, gula, terigu, daging, minyak goreng dan bawang putih dengan keuntungan sekitar 10%. Dari hasil paparan tadi para petani antusias untuk bekerjasama dengan Bulog karena dirasa lebih menguntungkan. Kelompok tani nantinya akan menujuk seseorang untuk mengkoordinir para petani yang akan menjual gabahnya ke Bulog sehingga tidak lagi dipermainkan oleh tengkulak.

Panen raya diperkirakan akan dimulai pada petengahan bulan April dengan luas yang akan di panen mencapai 300 ha ungkap ketua KTNA. BPTP Bengkulu sebagai perpanjangan tangan dari Kementerian Pertanian di daerah akan berusaha mendorong petani dan petugas untuk melakukan proses pascapanen yang baik dan benar agar dapat mengurangi kehilangan hasil serta kualitas gabah pun membaik (KD).