JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Program Utama

Sebagai lembaga riset yang ada di daerah BPTP Balitbangtan Bengkulu menjalankan tugas pokok dan fungsinya dalam melaksanakan penelitian dan pengkajian spesifik lokasi. kegiatan yang dilakukan berupa pengkajian untuk merakit inovasi teknologi tepat guna yang dapat diterapkan di tingkat petani dan sekaligus melakukan kegiatan diseminasi dan pendampingan agar inovasi ini dapat tersebar ke kalangan Stakeholder, Perguruan tinggi sampai dengan petani sebagai pengguna. Dalam usaha mencapai swasembadah sembilan komoditas strategis Kementerian Pertanian, Maka BPTP Bengkulu mempunyai tugas untuk melakukan Pendampingan dalam kegiatan "UPSUS" terhadap komoditas utama tersebut. 

 

 

Ada Panen, Petani berseri

Bengkulu  27/1/2018 , tepatnya Desa Pelabai Kabupaten Lebong Kelompok Tani Sinar Baru merasa gembira dengan hasil panen yang didapatkan yaitu 5,2 Ton/Hektar varietas yang ditanam adalah lokal turunan dari varietas IR. Panen dilakukan diluasan lahan 1,5 Ha dan akan terus dilakukan hingga dua minggu ke depan. Harga jual GKP cukup bagus sebesar Rp. 3.500 dan GKG Rp.4.500. Harga beras disekitar kelompok tani adalah Rp.9.500 /Kg. Ketua kelompok tani Bapak Fahroji mengungkapkan bahwa anggota kelompok tani masih sangat membutuhkan bimbingan petugas terutama dalam penerapan teknologi budidaya agar lahan sawah seluas 18 Ha yang dimiliki kelompoknya bisa menghasilkan padi lebih optimal.

BPTP Balitbangtan Bengkulu Bersinergi dengan Bulog dan KTNA Serap Gabah Petani

Serap Gabah Petani (Sergap) merupakan hal yang perlu dipikirkan bersama agar petani tidak dirugikan namun stok pangan nasional tercukupi. Menjelang panen raya yang akan dimulai di beberapa daerah sentra tanaman padi, Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kecamatan Pondok kelapa yang diketuai oleh Suryadi memberikan perhatian khusus dengan melakukan pertemuan dengan pihak terkait. Rabu (4/4/2018), bertempat di Balai Penyuluhan Pertanian Talang Pauh dilaksanakan pertemuan yang membahas serapan gabah. Saat ini harga gabah trendnya mulai menurun pada kisaran harga GKP di tengkulak Rp. 3500/kg ungkap Suryadi.

Hadir sebagai narasumber pada pertemuan tersebut Taufik Hidayat, S.TP dari BPTP Balitbangtan Bengkulu yang menyampaikan penanganan pascapanen padi dan memanen padi yang sudah cukup umur panen. Pemanenan padi yang tepat antara 110 -120 hari yang tergantung jenis varietas yang ditanam atau bisa juga dengan mengukur kadar air, dimana kondisi yang ideal sekitar 20% pada saat panen. Padi yang dipanen pada umur yang cukup akan menghasilkan beras berkualitas baik yang dapat digolongkan dalam kelas medium dan premium sesuai standar SNI.

Baca Artikel Lainnya:

1. Perkuat Sinergi Kepala BBP2TP Kunjungi Bulog Divre Bengkulu

2. Bupati Lebong Gerakkan Aparatnya untuk sukseskan Upsus Pajale

3. Panen Perdana MT 2 di Kabupaten Lebong disambut gembira para petani

Pada kesempatan itu juga hadir Marwan selaku Kepala Bidang Pelayanan Publik Bulog Divisi Regional Bengkulu. Dalam penjelasannya menyampaikan bahwa Bulog hadir agar petani terbebas dari jeratan tengkulak yang mempermainkan harga sehingga petani tidak mendapatkan harga sewajarnya. Kemudian Bulog juga berkewajiban sebagai penstabil harga sehingga petani masih untung, namun disisi lain harga beras ditingkat konsumen masih terjangkau. Bulog berharap petani berkontribusi membantu dengan menjual gabahnya ke Bulog, sebagai kompensasi para petani yang telah diberi bantuan subsidi oleh pemerintah ungkap Marwan. Bulog akan hadir membantu petani pada saat harga gabah petani terpuruk, sesuai dengan harga inpres No 5 tahun 2015 yang sudah ditetapkan yang pastinya menguntungkan bagi petani pungkas beliau. Harga yang dipatok saat ini oleh Bulog untuk GKP Rp. 3700, GKG 4500, sedangkan beras dengan harga 7300 dengan persyaratan kadar air GKP di bawah 25% dan untuk beras patahan maksimal 20%.

Disamping pola kerjasama pembelian gabah, Bulog juga menawarkan kelompok tani untuk menjadi outlet Rumah Pangan Kita (RPK) yang dapat menjual produk dari Bulog seperti beras, gula, terigu, daging, minyak goreng dan bawang putih dengan keuntungan sekitar 10%. Dari hasil paparan tadi para petani antusias untuk bekerjasama dengan Bulog karena dirasa lebih menguntungkan. Kelompok tani nantinya akan menujuk seseorang untuk mengkoordinir para petani yang akan menjual gabahnya ke Bulog sehingga tidak lagi dipermainkan oleh tengkulak.

Panen raya diperkirakan akan dimulai pada petengahan bulan April dengan luas yang akan di panen mencapai 300 ha ungkap ketua KTNA. BPTP Bengkulu sebagai perpanjangan tangan dari Kementerian Pertanian di daerah akan berusaha mendorong petani dan petugas untuk melakukan proses pascapanen yang baik dan benar agar dapat mengurangi kehilangan hasil serta kualitas gabah pun membaik (KD).

Gerakan Tanam Jagung di Kebun Kita

 

Kegiatan gerakan tanam jagung yang dilaksanakan di Korem 041/Gamas Provinsi Bengkulu ditandai dengan Gerakan Tanam (Gertam) jagung di halaman Makorem (20/02/2018). Dalam sambutannya, Danrem 041/Gamas yang diwakili oleh Kasrem, menyampaikan bahwa TNI akan mendukung kegiatan ini dengan mengerakkan semua keluarga besar TNI mulai dari Korem, Kodim, Koramil sampai dengan Babinsa yang mempunyai lahan akan ditanami jagung.Acara Gertam dihadiri oleh Direktur Serealia Dr. Ali Jamil, Kadis Pertanian Provinsi Ir. Ricky Gunarwan, Kepala BPTP Dr. Darkam Musaddad yang ikut dalam kegiatan tanam perdana ini.Pada kesempatan tersebut, Direktur Serealia menyampaikan bahwa Kementerian Pertanian akan membantu dalam penyediaan benih jagung serta saprodinya, namun diharapkan Dinas terkait segera melakukan CPCL. Lahan yang dapat digunakan tidak hanya lahan bukaan baru namun bisa saja di sela lahan perkebunan, lahan tegalan dan pekarangan.Disela kegiatan ini juga Kepala BPTP Balitbangtan Bengkulu menyampaikan bahwa siap untuk melakukan pendampingan terhadap gerakan ini, "kami akan mendiseminasikan inovasi teknologi yang dibutuhkan melalui para peneliti dan penyuluh yang ada di BPTP" pungkasnya

Bupati Lebong Gerakkan Aparatnya untuk sukseskan Upsus Pajale

Senin (12/03/2018) telah dilaksanakan Rakor Upsus Pajale di Aula Pemerintah Daerah Kabupaten Lebong. Acara ini dipimpin langsung Bupati Lebong  Rosjonsyah, SIP., M.Si. Hadir pada acara tersebut Kadistan dan Perikanan Kabupaten Lebong beserta jajarannya, Kepala BPS, Camat dan Kades se-Kab. Lebong, Kasdim 0409 , Danramil, serta Babinsa, Kapolres Lebong,  Kepala BPTP Balitbangtan Bengkulu dan staf, Kepala Bulog Divre Bengkulu dan staf, Dinas TPHP Provinsi Bengkulu, para penyuluh dan  perwakilan kelompok  tani.  Dalam sambutannya Bupati menginstruksikan jajarannya terkhusus para Camat dan Kepala Desa untuk mensukseskan kegiatan ini. Sementara Kepala BPTP menyatakan dukungannya berupa kesiapan pendampingan teknologi dan pengawalan baik melalui bimtek pada penyuluh atau langsung ke para petani.   Pada kesempatan tersebut juga dipresentasikan secara singkat tentang "PTT Padi dan Sistem Tanam Tumpangsari Jagung Kedelai oleh Penyuluh BPTP (Ir. Ahmad Damiri, M.Si). Sementara itu, Kepala Bulog meminta untuk bersinergi dalam hal serap gabah petani, beliau menawarkan kerjasama dan kemitraan kepada kelompok tani atau BUMDes untuk menjadi outlet pangan mitra Bulog dengan harga pangan dibawah pasar. Dukungan terhadap program jni  juga datang dari TNI seperti ditegaskan oleh Kasdim 0409 seperti dalam sambutannya "saya menginstruksikan kepada jajaran agar mendampingi Kades dan Camat dalam mengawal  kegiatan ini". Acara dilanjutkan dengan diskusi. Rencana aksi di lapangan akan disusun secara lebih detail oleh Distan dan Perikanan.

 

Giliran Petani Sri Kuncoro, Bengkulu Ikut Ramaikan Gerakan Panen Nusantara

 

Disela gerakan tanam padi nusantara, Petani yang tergabung dalam kelompok tani Anugrah, Perintis 3 dan Kelompok tani Maju makmur menikmati hasil panen padi. Momen panen bagi para petani Di Desa Sri Kuncoro khususnya menjadi peristiwa yang dinantikan sejak 4 bulan yang lalu. Para petani menyampaikan hasil yang didapat sebagian akan dijadikan modal untuk memasuki musim tanam berikutnya. Setelah panen ini, mereka akan langsung melakukan pengolahan tanah dan penyemaian. Luasan panen di kelompok tani  anugerah seluas 10 ha, varietas Mekongga dengan produktivitas rata-rata 4,3 ton/ha. Hasil ini termasuk rendah karena ditanam pada musim sela dimana serangan hama cukup tinggi khususnya hama tikus dan burung.