JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

TEKNOLOGI PEMBUATAN KOMPOS TRICHODERMA

Pendahuluan

Pengomposan merupakan proses dekomposisi bahan organik yang berasal dari limbah pertanian. Proses pengomposan menghasilkan panas sehingga akan dihasilkan kompos yang bebas dari penyakit, biji-biji gulma, serta mengurangi bau dan lebih mudah diaplikasikan di lapangan. Selain itu dengan melakukan pengomposan maka akan meningkatkan ketersediaan hara.

Salah satu aktivator atau dekomposer yang dianjurkan untuk mempercepat waktu pengomposan  adalah jamur Trichoderma. Trichoderma mempunyai keunggulan selain sebagai dekomposer, juga bermanfaat  untuk  mengendalikan serangan jamur yang menyebabkan penyakit pada tanaman seperti busuk akar pada tanaman.

Bahan dan alat yang diperlukan

 3 karung kotoran ternak

1 karung sekam  atau kulit kopi atau limbah tanaman lainnya

3 kg dedak halus

1,5 kg kapur dolomit

1/4 kg starter Trichoderma

5 ember air kapasitas 10 liter

Cangkul/sekop

Plastik/terpal

Cara membuat:

  1. Siapkan bahan-bahan berupa kotoran ternak, sekam, dedak, starter/dekomposer Trichoderma, dan air.
  2. Campurkan kotoran ternak, sekam, dan dedak halus
  3. Bahan-bahan yang sudah dicampur diaduk merata dengan menggunakan cangkul/sekop
  4. Siapkan air untuk melarutkan biakan jamur Trichoderma dengan dosis 2 gr/liter air
  5. Larutan tadi kemudian disiramkan pada campuran bahan kompos, tambahkan air siraman agar bahan kompos menjadi lembab
  6. Buat tumpukan bahan kompos setinggi 1 meter, kemudian ditutup dengan plastik/terpal. Inkubasi (diperam) selama 3 minggu dan diaduk 3 hari sekali

Kompos matang yang telah siap diaplikasikan memiliki ciri dingin, remah, wujud aslinya tidak tampak, dan baunya telah berkurang. Jika belum memiliki ciri-ciri tersebut, berarti kompos belum siap digunakan. Penggunaan kompos yang belum matang akan menghambat pertumbuhan tanaman, bahkan bisa mematikan tanaman.

Untuk pembuatan kompos selanjutnya, kompos matang tersebut bisa disisakan sebagian, untuk dijadikan biang untuk pembuatan kompos selanjutnya asalkan disimpan ditempat yang  kering dan  teduh.

Penulis : Ir.Sri Suryani M.Rambe, M.Agr