JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Teknologi PTT Padi Sawah Spesifik Lokasi

fShare
0

 TEKNOLOGI PTT PADI SAWAH SPESIFIK BENGKULU

Rendahnya produktivitas padi sawah menjadi masalah utama dalam upaya peningkatan produksi padi di Provinsi Bengkulu. Provinsi Bengkulu memiliki lahan sawah seluas 120.000 ha dengan produksi dan produktivitas yang masih rendah, yang berturut-turut adalah 406.117 ton dan 4,06 t/ha. PTT merupakan salah satu solusi untuk meningkatkan produksi padi melalui peningkatan produktivitas. Teknologi yang disusun dengan PTT bersifat spesifik lokasi dan mempertimbangkan keragaman sumberdaya, iklim, jenis tanah, sosial-ekonomi-budaya masyarakat, serta menjaga kelestarian lingkungan.

Komponen teknologi PTT yang diterapkan di Bengkulu adalah sebagai berikut: penggunaaan varietas unggul baru (Inpari 3, Inpari 4 dan Inpari 13); benih bermutu dan bersertifikat; bibit muda (15 – 18 hari); tanam dengan sistem jajar legowo 4:1; jumlah bibit 1-3 batang/lubang tanam;  pemupukan rasional sesuai dengan kebutuhan tanaman dan kondisi hara tanah (Ponska 200 kg, Urea 135 Kg dan Superphos 50 kg/ha); penggunaan bahan organik (2 ton/ha); pengairan berselang; pengendalian OPT secara terpadu; dan panen beregu atau penggunaan alat perontok. Penerapan budidaya dengan pendekatan PTT meningkatkan efisiensi input, produktivitas, dan pendapatan petani. Selain itu juga ramah lingkungan dan sesuai untuk pertanian berkelanjutan.

 Implementasi teknologi PTT padi di Bengkulu mampu meningkatkan produktivitas padi  pada kisaran 24,56 – 55,16% dengan rata-rata 39,74%. Produktivitas padi meningkat secara signifikan, dari 5,62 t GKP/ha menjadi 7,85 t GKP/ha. Peningkatan pendapatan petani  berkisar antara 31,70 – 54,59%, dengan rata-rata 39,77%, dibandingkan petani dengan existing technology. Hasil penelitian Balai Besar Padi menunjukkan bahwa dengan teknologi PTT hasil padi dapat ditingkatkan sebesar 7- 38%.

Petani menyukai dan cepat mengadopsi komponen teknologi yang dapat meningkatkan produktivitas secara signifikan tanpa menambah biaya produksi. Komponen teknologi yang cepat diadopsi diantaranya adalah varietas unggul baru (VUB), sistem tanam legowo, pemupukan sesuai dengan kebutuhan tanaman dan kesuburan lahan, pengolahan tanah sempurna, penanaman benih muda, penanaman 1-3 batang/rumpun, pengendalian OPT dengan pendekatan PHT, dan pengairan secara efektif dan efisien.