JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Agenda Acara

Pengendalian Hama Penyebab Gugur Buah Jeruk

Pin It

Gugur buah jeruk biasanya disebabkan oleh serangan hama lalat buah dan penggerek buah.

Hama Lalat buah (Bactrocera spp)

Serangan lalat buah ditemukan pada buah menjelang matang. Gejala awal dapat ditandai dengan adanya noda/titik hitam bekas tusukan lalat betina yang meletakkan telurnya pada jaringan kulit buah. Hama ini menyerang dengan meletakkan telur pada buah, kemudian menetas dan ulat atau larvanya  memakan buah dari dalam. Kerusakan yang ditimbulkan oleh larva menyebabkan gugurnya buah sebelum kematangan yang diinginkan.

Hama penggerek buah (Citripestis sagittifrella)

Hama ini juga menyerang dengan cara meletakkan telur pada buah, kemudian menetas dan larvanya  memakan buah dari dalam.  Pada buah yang terserang hama terlihat ada lubang gerekan pada kulit buah dan mengeluarkan kotoran seperti blendok. Buah yang terserang mulai dari buah muda hingga buah menjelang panen, fase kritis serangan yaitu pada saat buah berumur 2-5 bulan. Buah yang terserang akan membusuk dan kemudian gugur sebelum matang.

Cara pengendalian hama lalat buah dan penggerek buah

Pengendalian kedua hama tersebut dapat dilaksanakan secara bersamaan. Cara pengendalian meliputi (1) Sanitasi kebun dengan memetik buah yang terserang dan memungut buah yang gugur, kemudian dibenamkan kedalam tanah (agak dalam) atau dimasukkan dalam karung untuk memutus siklus hidup hama. (2) Membalikkan tanah dibawah tajuk agar pupa yang terdapat didalam tanah terangkat keatas sehingga pupa tersebut mati terkena sinar matahari.  (3) Menggunakan perangkap atraktan dengan  senyawa metil eugenol yang sangat disukai oleh lalat jantan. (4) Penggunaan perangkap likat kuning dapat digunakan untuk menangkap lalat betina. (5) Pengendalian secara kimia dengan penyemprotan insektisida pada saat buah menjelang matang. Pengendalian penggerek buah secara kimia dilakukan dengan penyemprotan insektisida dengan interval setiap minggu sekali pada masa kritis umur buah 2-5 bulan. Selain itu, pengendalian juga dilakukan dengan menggunakan senyawa penolak ekstrak minyak serai.

Pengendalian hama tersebut perlu dilakukan secara serentak di suatu kawasan jeruk agar pengendalian hama penyebab gugur buah ini berhasil dengan baik.

Pembuatan perangkap atraktan

Alat dan bahan yang diperlukan yaitu botol plastik bekas air kemasan, pisau/gunting, tali/kawat, kapas dan senyawa metil eugenol.  Cara membuat perangkap: 1) potong botol kira-kira ¼ bagian dekat  mulut botol; 2) kemudian bagian potongan mulut botol dimasukkan pada bagian potongan botol yang 3/4 bagian dengan cara bagian mulut botol menghadap kedalam (terbalik); 3) pasang kawat untuk menggantungkan kapas di dalam botol; dan 4) lalu kapas tersebut ditetesi dengan senyawa metil eugenol.

Pembuatan perangkap likat kuning

Alat dan bahan yang diperlukan yaitu botol plastik bekas air kemasan atau bekas pestisida, pisau/gunting, plastik scotlight warna kuning, tali/kawat, lem tikus, tinner (pengencer lem) dan plastik gula. Cara membuat perangkap: 1) Rekatkan plastik scotlight melingkar pada botol plastik; 2) Encerkan lem tikus dengan tinner hingga rata; 3) masukkan botol tersebut ke dalam plastik; 4) pasang kawat/tali pada tutup botol; 5) lumuri plastik scotlight dengan lem yang sudah diencerkan serta 6) pasang perangkap likat kuning di areal pertanaman dengan cara digantung pada ranting atau pada tonggak yang diletakkan dekat tanaman. Pemasangan perangkap atraktan pada jarak 20 m (1 ha sekitar 20 perangkap).

Oleh: Ir. Sri Suryani M. Rambe, M. Agr dan Engkos Kosmana, SST.