JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Agenda Acara

Pemanfaatan Pelumpuran dan Trichoderma Pada Proses Produksi Benih Batang Bawah Jeruk

Pin It

Pemanfaatan Pelumpuran dan Trichoderma  Pada Proses Produksi Benih Batang Bawah Jeruk

Oleh : Ir. Sri Suryani M. Rambe, M.Agr

 

Teknologi produksi benih yang baik dibutuhkan untuk memperoleh benih jeruk yang bermutu. Proses produksi benih jeruk batang bawah meliputi penyemaian biji jeruk, pemeliharaan semaian biji, pindah tanam batang bawah/transplanting dan pemeliharaan batang bawah. Jenis jeruk yang baik digunakan untuk batang bawah antara lain adalah Japansche Citroen (JC).

Kegiatan penyemaian  meliputi: 1) persiapan alat dan bahan semai; 2) pengisian media tanam dengan tanah gunung atau campuran pasir halus, tanah dan sekam/kompos pada bak/polybag semai; 3) pemberian desinfektan pada media tanam dengan fungisida/trichoderma; 4) penanaman biji dengan jarak antar biji 1 cm lalu ditutup dengan pasir halus setebal 1 cm;   5) penyiraman semaian; 6) penutupan semaian dengan mulsa plastik hingga 2 minggu; 7) pemberian naungan pada tanaman.

Kompos yang digunakan untuk media tanam sebaiknya dibuat dengan menggunakan aktivator trichoderma yang memiliki peran ganda, selain sebagai dekomposer bahan organik juga mampu mengendalikan jamur penyebab busuk akar.

Setelah pindah tanam di polybag maka dilakukan pemeliharaan semaian yang meliputi: 1) penyiraman pesemaian dengan insektisida dan fungisida, dilakukan setiap 3 - 7 hari sekali sampai tumbuh;  2) penyiraman pesemaian dengan air bersih setiap 3 hari sekali setelah biji tumbuh atau sesuai kebutuhan; 3) pengendalian OPT melalui penyemprotan pestisida sesuai serangan; 4) pemupukan pesemaian dengan pupuk NPK dan ZA dengan dosis 5 gr/ltr air setiap 2 minggu sekali; 5) penyiangan persemaian bila tumbuh gulma.

Sekitar 2 bulan atau setelah semaian berdaun 6 atau lebih, perlu segera dilakukan pindah tanam  (transplanting) batang bawah. Kegiatan pindah tanam meliputi: 1) pengisian polybag berukuran 15 x 30 cm dengan media tanam hingga 1 cm dari permukaan; 2) penyiraman media tanam dalam polybag dengan herbisida; 3) pembuatan lubang tanam dengan tugal sedalam 20 cm;  4) pencabutan semaian batang bawah dengan hati-hati agar tidak merusak akar tanaman; 5) penyeleksian semai nuclear yang sehat dari serangan penyakit, dan memiliki perakaran lurus; 6) pemotong perakaran dan sebagian daun yang masih muda; 7) pencelupan akar dalam tanah lumpur yang telah dicampur ZPT dengan dosis sesuai anjuran; 8) penanaman semai batang bawah pada media semai dengan posisi akar lurus dan 9) penyiraman batang bawah yang sudah ditanam.

Pelumpuran akar semaian jeruk bermanfaat untuk mengurangi stress karena semaian benih tanaman dicabut dan dipindahkan tanpa tanah. Pelumpuran dapat menjaga kelembaban akar semaian benih jeruk. Penggunaan lumpur membuat semaian segera melanjutkan proses pertumbuhan tanpa ada semaian benih tanaman yang layu atau mati.

Pemeliharaan batang bawah dilakukan dengan: 1) penyiraman setiap 3 kali dalam seminggu atau sesuai kebutuhan; 2) pengendalian OPT melalui penyemprotan pestisida sesuai sasaran dengan sprayer yang sebelum pelaksanaan telah didahului dengan pengamatan serangan OPT untuk menentukan jenis pestisida yang akan digunakan; 3) pemupukan NPK dan ZA dosis 10 gr/ltr air dan penyiraman pada media tanam sebanyak ± 100 ml/tanaman setiap 1 atau 2 minggu; 4) penyiangan gulma, minimal sekali dalam 1 bulan serta: 5) pewiwilan/ pembuangan tunas samping setiap tumbuh tunas hingga tanaman mencapai ketinggian yang diinginkan.

Dengan melaksanakan proses produksi batang bawah sesuai anjuran akan dihasilkan benih batang bawah yang bermutu tinggi