JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Agenda Acara

Pengendalian Penyakit CVPD pada Tanaman Jeruk

Pin It

Berbagai upaya telah dilakukan guna menanggulangi penyakit Huanglongbing ini, seperti program rehabilitasi jeruk yang menitik-beratkan pada eradikasi tanaman sakit, pengendalian dengan infusan Oxytetrasiklin-HCl, dan pengendalian terpadu dengan melibatkan seluruh komponen pengendalian termasuk eradikasi, infusan dengan antibiotika. Namun demikian upaya tersebut belum memberikan hasil yang memuaskan.

Berdasarkan pemahaman yang lebih komprehensif dan pengalaman sebelumnya, maka disusun langkah-langkah pengendalian Huanglongbing yang dikenal dengan Teknologi Pengelolaan Terpadu Kebun Jeruk Sehat (PTKJS) yang menuntut kedisiplinan petani dalam menerapkannya secara utuh dan serentak

Komponen Teknologi PTKJS terdiri dari :

  1. Menggunakan benih jeruk sehat berlabel biru yang bebas Huanglongbing dan penyakit virus lainnya.
  2. Mengendalikan serangan penular/ kutu loncat/ vektor Huanglongbing.
  3. Mengeradikasi tanaman jeruk yang terserang penyakit Huanglongbing.
  4. Memelihara tanaman jeruk di kebun secara optimal
  5. Diterapkan di seluruh kawasan agribisnis jeruk melalui Kelompok Taninya sebagai unit terkecil pembinaa

Hal yang paling penting dalam pengendalian penyakit ini yaitu eradikasi (pemusnahan) tanaman terserang agar sumber penyakit dapat dihilangkan serta pengendalian serangga vektor (penular) kutu loncat secara konsisten agar penyakit tidak menyebar secara luas. Namun dalam usaha pengembangan kawsan jeruk, teknologi pengendalian penyakit ini harus diterapkan secara utuh dan menyeluruh pada daerah pengembangan.

Gunakan benih jeruk sehat bebas penyakit (bersertifikat)

Benih jeruk bermutu adalah bibit jeruk yang bebas dari patogen sistemik (CPVD, CTV, Vein enation, Exocortis, Psorosis, Xyloporosis dan Tatter leaf), sesuai induknya, yaitu varietas batang bawah dan batang atasnya di jamin kemurniannya serta proses produksinya berdasarkan program sertifikasi jeruk yang berlaku. Artinya, bibit jeruk bermutu adalah bibit jeruk yang berlabel bebas penyakit dalam kondisi ideal siap ditanam di lapangan

Pengendalian serangga penular kutu loncat secara konsisten

Kutu loncat Diaphorina citri dapat dikendalikan dengan cara penyaputan batang dengan menggunakan insektisida sistemik murni berbahan aktif imidakloprid atau lainnya. Penyaputan batang di lakukan pada saat pohon berpupus dan dapat diulang setiap 2-4 minggu. Selain itu juga dapat dilakukan penyemprotan denga insektisida berbahan aktif dimethoate 2cc/l atau lainnya. Insektisida berbahan aktif endosulfan 0.05% atau lainnya ampuh untuk mengendalikan telur D. citri sehingga efektif diterapkan pada awal pertunasan. Dengan cara penyaputan batang, musuh alami D. citri diharapkan tidak mati

Sanitasi Kebun

Sanitasi kebun adalah adalah upaya membuang bagian tanaman atau membongkar pohon yang terserang CPVD. Gejala awal dapat dikenali dengan adanya ‘blotching/motling’, yaitu warna kuning pada daun yang tidak dibatasi oleh tulang daun dan tidak simetris, pertumbuhan daun terhambat, daun mengecil, relatif kaku, runcing dan menghadap ke atas. Pemangkasan ranting terinfeksi CPVD (sektoral) dapat dilakukan dengan memotong ranting dua periode tunas sebelumnya. Pohon jeruk yang telah terinfeksi CPVD secara menyeluruh harus di bongkar sampai ke seluruh abagian akar tanaman

Pemeliharaan Tanaman secara Optimal

Pemeliharaan tanaman yang meliputi pemupukan, penyiraman, pemangkasan bentuk dan pemeliharaan, serta pengendalian hama penyakit penting lainnya, hal ini perlu mendapat perhatian  karena dapat meningkatkan produktivitas tanaman. Pemeliharaan kebun yang optimal dapat mempermudah pelaksanaan sanitasi kebun karena jika ada pohon jeruk yang terinfeksi CPVD gelajanya akan lebih mudah dideteksi.

Konsolidasi Pengelolaan Kebun

Pengendalian penyakit CPVD dengan PTKJS akan berhasil jika diterapkan secara utuh dan benar serta terkoordinasi baik antar petani, antar gabungan kelompok tani (Gapoktan) yang membentuk kawasan sentra produksi. Konsolidasi pengelolaan kebun melalui koordinasi penerapan teknologi PTKJS dapat dilaksanakan secara optimal dengan menjadi Kelompok Tani Jeruk (KTJ) sebagai unit terkecil pembinaan. Setiap KTJ sebaiknya beranggotakan 20-25 petani. Penyuluhan dan pembinaan yang dilakukan harus berbasis hamparan usaha milik KTJ bukan berorientasi pada petani sebagai individu anggota KTJ. PTKJS diharapkan menjadi acuan utama penyusunan Standar Operating Procedure (SOP)

Read more http://balitjestro.litbang.pertanian.go.id/pengelolaan-terpadu-kebun-jeruk-sehat/

                http://balitjestro.litbang.pertanian.go.id/pengendalian-huanglongbing-hlb-dengan-teknologi-pengelolaan-terpadu-kebun-jeruk-sehat-ptkjs/

Sanitasi kebun adalah adalah upaya membuang bagian tanaman atau membongkar pohon yang terserang CPVD. Gejala awal dapat dikenali dengan adanya ‘blotching/motling’, yaitu warna kuning pada daun yang tidak dibatasi oleh tulang daun dan tidak simetris, pertumbuhan daun terhambat, daun mengecil, relatif kaku, runcing dan menghadap ke atas. Pemangkasan ranting terinfeksi CPVD (sektoral) dapat dilakukan dengan memotong ranting dua periode tunas sebelumnya. Pohon jeruk yang telah terinfeksi CPVD secara menyeluruh harus di bongkar sampai ke seluruh abagian akar tanaman.

Read more http://balitjestro.litbang.pertanian.go.id/pengelolaan-terpadu-kebun-jeruk-sehat/

TKJS terdiri dari lima komponen teknologi, yaitu:

  1. Menggunakan benih jeruk sehat berlabel biru yang bebas Huanglongbing dan penyakit virus lainnya.
  2. Mengendalikan serangan penular/ kutu loncat/ vektor Huanglongbing.
  3. Mengeradikasi tanaman jeruk yang terserang penyakit Huanglongbing.
  4. Memelihara tanaman jeruk di kebun secara optimal
  5. Diterapkan di seluruh kawasan agribisnis jeruk melalui Kelompok Taninya sebagai unit terkecil pembinaan


Read more http://balitjestro.litbang.pertanian.go.id/pengendalian-huanglongbing-hlb-dengan-teknologi-pengelolaan-terpadu-kebun-jeruk-sehat-ptkjs/
Berdasarkan pemahaman yang lebih komprehensif dan pengalaman sebelumnya, maka disusun langkah-langkah pengendalian Huanglongbing yang dikenal dengan Teknologi Pengelolaan Terpadu Kebun Jeruk Sehat (PTKJS) yang menuntut kedisiplinan petani dalam menerapkannya secara utuh dan serentak

Read more http://balitjestro.litbang.pertanian.go.id/pengendalian-huanglongbing-hlb-dengan-teknologi-pengelolaan-terpadu-kebun-jeruk-sehat-ptkjs/
Berdasarkan pemahaman yang lebih komprehensif dan pengalaman sebelumnya, maka disusun langkah-langkah pengendalian Huanglongbing yang dikenal dengan Teknologi Pengelolaan Terpadu Kebun Jeruk Sehat (PTKJS) yang menuntut kedisiplinan petani dalam menerapkannya secara utuh dan serentak

Read more http://balitjestro.litbang.pertanian.go.id/pengendalian-huanglongbing-hlb-dengan-teknologi-pengelolaan-terpadu-kebun-jeruk-sehat-ptkjs/
Berdasarkan pemahaman yang lebih komprehensif dan pengalaman sebelumnya, maka disusun langkah-langkah pengendalian Huanglongbing yang dikenal dengan Teknologi Pengelolaan Terpadu Kebun Jeruk Sehat (PTKJS) yang menuntut kedisiplinan petani dalam menerapkannya secara utuh dan serentak

Read more http://balitjestro.litbang.pertanian.go.id/pengendalian-huanglongbing-hlb-dengan-teknologi-pengelolaan-terpadu-kebun-jeruk-sehat-ptkjs/
Berdasarkan pemahaman yang lebih komprehensif dan pengalaman sebelumnya, maka disusun langkah-langkah pengendalian Huanglongbing yang dikenal dengan Teknologi Pengelolaan Terpadu Kebun Jeruk Sehat (PTKJS) yang menuntut kedisiplinan petani dalam menerapkannya secara utuh dan serentak

Read more http://balitjestro.litbang.pertanian.go.id/pengendalian-huanglongbing-hlb-dengan-teknologi-pengelolaan-terpadu-kebun-jeruk-sehat-ptkjs/

Berbagai upaya telah dilakukan guna menanggulangi penyakit Huanglongbing ini, seperti program rehabilitasi jeruk yang menitik-beratkan pada eradikasi tanaman sakit, pengendalian dengan infusan Oxytetrasiklin-HCl, dan pengendalian terpadu dengan melibatkan seluruh komponen pengendalian termasuk eradikasi, infusan dengan antibiotika. Program FAO yang dimulai tahun 1987 dilakukan untuk merehabilitasi jeruk di Indonesia dengen menghasilkan benih jeruk bebas penyakit.

Walaupun demikian upaya tersebut di atas belum memberikan hasil yang memuaskan, dengan penyebabnya diantaranya adalah komponen teknologi anjurannya tidak dilakukan secara utuh dan tidak semua petani di kawasan wilayah target pengembangan menerapkan teknologi anjuran secara serentak



Read more http://balitjestro.litbang.pertanian.go.id/pengendalian-huanglongbing-hlb-dengan-teknologi-pengelolaan-terpadu-kebun-jeruk-sehat-ptkjs/