JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Penyakit Utama Padi di Bengkulu

fShare
0

Penyakit utama padi di Bengkulu diantaranya adalah Tungro, Blast, Hawar Daun Bakteri (HDB)


1.    Tungro
tanaman yang terserang tungro.

Stadia pertumbuhan tanaman yang paling rentan  adalah pembibitan hingga bunting. Gejala tanaman yang terinfeksi  tumbuh kerdil  dan sedikit anakan. Daun mengalami perubahan warna dari hijau menjadi sedikit kuning sampai kuning oranye dan kuning coklat, dimulai dari ujung daun terutama pada daun yang muda


Langkah-langkah pengendalian
•    Cara pengendalian sama dengan wereng hijau.
•    Eradikasi.
•    Patogen dari jamur Metarrhizium dan Bauveria dapat menekan penyakit tungro.
•    Rotasi tanaman dengan palawija.
•    Tanam varietas yang tahan seperti Tukad Balian, Tukad Unda, Kalimas.

 2.    Blast (Pyricularia grisea)

Blast menginfeksi tanaman padi pada semua fase pertumbuhan
Gejala adalah bercak berbentuk belah ketupat, lebar ditengah dan kedua ujung meruncing. Infeksi selain daun juga menyerang ruas batang dan leher malai.


Tanaman yang terserang blast.

Langkah-langkah pengendalian

  1. Perlakuan benih dengan fungisida pyroquilon (5-10 g/kg benih).
  2. Gunakan penggunaan varieras yang tahan secara bergantian (IR36, IR66, Luk Ulo).
  3. Gunakan pupuk Nitrogen sesuai anjuran.
  4. Waktu tanam tepat agar waktu pembungaan tidak banyak embun atau hujan.
  5. Fungisida 
  6.  Bahan aktif metil tiofanat, fosdifen, kasugamisin
  7. Merek dagang Topsin 500 F, Kasumiron 25 WP.


 
3.    Hawar Daun Bakteri (X. campestris pv.oryzae)


Tanaman yang terserang Hawar daun Bakteri.


Gejala; bercak berwarna kuning sampai putih berawal dari terbentuknya garis lebam berair pada bagian tepi daun. Bercak bisa mulai dari salah satu atau kedua tepi daun yang rusak dan berkembang hingga menutupi seluruh helaian daun. Apabila infeksi melalui akar atau pangkal batang  tanaman bisa menunjukkan gejala kresek.

Langkah-langkah pengendalian
•    Gunakan penggunaan varieras yang tahan (Conde dan Angke, Ciherang).
•    Sanitasi.
•    Jika menggunakan kompos jerami, pastikan jerami dari tanaman sakit sudah  terdekomposisi sempurna sebelum tanam pindah.
•    Gunakan benih yang bebas dari penyakit hawar daun bakteri.
•    Hindari pemupukan N yang berlebihan.
•    Jarak tanam jangan terlalu rapat.
 
4.    Bakteri Daun Bergaris (X. campestris pv.oryzicola)



Tanaman yang terserang Bakteri Daun Bergaris

Stadia yang paling rentan mulai dari fase anakan sampai fase pematangan. Infeksi penyakit ini biasanya terbatas pada helaian daun. Gejala Serangan: timbul berupa bercak sempit berwarna hijau gelap yang lama kelamaan membesar berwarna kuning dan tembus cahaya diantara pembuluh daun. Bercak membesar berubah menjadi coklat dan berkembang menyamping melampaui pembulah daun yang besar.
Langkah-langkah pengendalian:
•    Bersihkan dan bakar tunggul jerami yang terinfeksi.
•    Gunakan pupuk nitrogen sesuai anjuran.
•    Sesudah panen tanah diberakan
•    Jarak tanam jangan terlalu rapat