JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Agenda Acara

Info Aktual

BPTP siap mendukung inovasi teknologi dalam Program Penumbuhan Kampung Ternak Intensif Terpadu (PATEN TERPADU) di Kabupaten Bengkulu Selatan Tahun 2020.

Salah satu fungsi BPTP Bengkulu adalah menghasilkan rekomendasi teknologi pertanian spesifik lokasi yang dihasilkan Badan Litbang Pertanian. Inovasi teknologi  tersebut akan menjadi titik ungkit dalam pengembangan kawasan komoditas pertanian wilayah. Pada hari Selasa (24/10/2019),  telah berkoordinasi Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bengkulu Selatan (Sukarni Dunip, S.P., M.Si) untuk meminta fasilitasi BPTP Balitbangtan Bengkulu dalam Program PATEN TERPADU di Kabupaten Bengkulu Selatan Tahun 2020. Program ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas ternak pada 5 kecamatan di Kabupaten Bengkulu Selatan.

Keseriusan Pemda Kabupaten Bengkulu Selatan ditunjukkan dengan diterbitkannya SK Bupati Nomor 740/447 Tahun 2019 tentang Penetapan Lokasi Kampung Ternak di Kabupaten Bengkulu Selatan.

Kepala BPTP Bengkulu menyampaikan bahwa inovasi teknologi spesifik lokasi dapat disusun jika diketahui teknologi eksisting yang telah diterapkan petani. Peningkatan produktivitas ternak diharapkan akan sekaligus juga meningkatkan produktivitas tanaman pangan/perkebunan dan sistem agribisnis, yang seluruhnya akan bermuara pada kesejahteraan petani. Oleh karena itu, diharapkan Pemda Kabupaten Bengkulu Selatan akan menyiapkan kebutuhan teknologi berdasarkan database sumberdaya lahan dan kelembagaan petani.

Write comment (0 Comments)

Petani Milenial merupakan generasi yang lahir setelah tahun 1980 termasuk dalam gen Y yang berpikiran terbuka, kreatif, dan menguasai teknologi. Demikian sepenggal arahan yang disampaikan oleh Kepala BPTP Bengkulu dalam Kegiatan Bimbingan Teknis Pendampingan Gerakan Petani Milenial Provinsi Bengkulu Tahun 2019 di Kabupaten Seluma, pada hari Rabu (06/11/2019).

Program pendampingan yang diluncurkan oleh Kementerian Pertanian ini menekankan penerapan Pertanian Modern. "Praktekkan modern farming, tegas Dr. Yudi Sastro, "Besok kita pakai traktor, nanam pakai transplanter", imbuhnya. Selain itu, Kepala BPTP yang baru dilantik tersebut mengharapkan agar petani lebih maju, kreatif dan inovatif.

Ke depan, seluruh basis data informasi pertanian akan terpusat di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) sesuai dengan misi Menteri Pertanian. "BPP akan menjadi pusat semuanya, Komando Konstra Tani akan ada di BPP, makanya teman-teman penyuluh harus meningkatkan kapasitasnya", kata Dr. Yudi Sastro, SP, MP.

Sejalan dengan pernyataan Kepala BPTP Bengkulu tersebut, Kepala Bidang Kerjasama dan Pendayagunaan Hasil Pengkajian Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian (BBP2TP) yang turut hadir dalam bimtek tersebut mengajak kepada peserta yang hadir agar bersiap berlari di bawah komando Menteri Pertanian yang baru. Menurutnya, petani milenial punya kekhasan tersendiri, maka diperlukan pendamping yang tepat. "Jangan sampai milenialnya sudah berlari, kita masih terseok-seok di belakang”, katanya. Diperlukan penyuluh pendamping yang menguasai teknologi”, imbuhnya. "Mari kita bersemangat”, pungkasnya.

Bimtek Pendampingan Petani Milenial di Kabupaten Seluma ini merupakan Bimtek yang keempat kalinya dilaksanakan oleh BBP2TP di Provinsi Bengkulu bekerjasama dengan BPTP Bengkulu. Anwar, salah satu petani milenial menyampaikan, baginya bimtek ini sangat bermanfaat untuk meningkatkan kemampuan kelompoknya. Materi teknologi budidaya kopi memang sangat diperlukan oleh anggota kelompoknya. "Selain bimbingan secara teknis, kami juga membutuhkan bimbingan pengolahan kopi premium", ungkapnya.
Anwar juga mengungkapkan bahwa saat ini membutuhkan mesin pengolah kopi.

Sebagai pihak yang berwenang memfasilitasi bantuan alat mesin pertanian seperti mesin pengolah kopi, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Seluma yang diwakili oleh Sekretaris Dinas (Usep Amerdison, S.ST) menyatakan komitmennya untuk membantu petani. Dinas juga siap bersinergi dengan BPTP Bengkulu untuk melakukan pendampingan terhadap petani.

Sebelumnya Bimtek ini telah dilaksanakan di Kabupaten Kaur, Mukomuko, dan Bengkulu Utara. Dalam waktu dekat, Bimtek terakhir dari BBP2TP tahun ini akan digelar di Kabupaten Rejang Lebong.

Write comment (0 Comments)

Obor Pangan Lestari (OPAL) merupakan sarana percontohan untuk masyarakat dalam pemanfaatan lahan pekarangan sebagai sumber pangan dan gizi keluarga yang pelaksanaannya dilakukan di seluruh lingkungan perkantoran.

Dalam rangka pemantauan pelaksanaan OPAL Tahun 2019, Badan Ketahanan Pangan menyelenggarakan evaluasi pelaksanaan kegiatan OPAL Tahun 2019 ( 30-31 Oktober 2019). Acara yang berlangsung di Hotel Bidakara, Jakarta, diikuti Kepala Dinas dan BPTP Selindo, termasuk salah satunya BPTP Balitbangtan Bengkulu, serta Itjen sebagai evaluator.

Setelah dibuka oleh Kepala Badan Ketahanan Pangan (Dr. Ir. Agung Hendriadi, M. Eng), masing-masing Kepala Dinas di tiap propinsi memaparkan perkembangan kegiatan OPAL, capaian serta realisasi fisik dan keuangan, kendala serta hambatan yang dihadapi sampai saat ini.

Tindak lanjut kegiatan OPAL 2019 kedepannya antara lain, Pelaksanaan OPAL di lokasi perkantoran disesuaikan dengan ketersediaan lahan; penyelesaian pelaksanaan kegiatan OPAL paling lambat minggu ke-IV November 2019; BKP Propinsi agar melakukan koordinasi dengan dinas lingkup pertanian dan melaporkan perkembangan kegiatan ke BKP kementan; BPTP sebagai pendamping teknis di Propinsi dan Kabupaten serta Itjen segera melakukan evaluasi dan memberikan pembinaan.

Write comment (0 Comments)

Selasa (5/11/2019) baru saja dilaksanakan di Balai Desa, Desa Lawang Agung, Kecamatan Air Periukan. Sosialisasi ini merupakan tahapan penting dalam proses diseminasi inovasi teknologi, sebelum Tim BPTP Balitbangtan Bengkulu membuat display Tumpang sari tanaman (Turiman) di Desa Lawang Agung Kecamatan Sukaraja Kabupaten Seluma.

Tiga teknologi Turiman yang didiseminasikan pada lokasi display, yaitu Turiman Padi Gogo-Kedelai (Gole: 1,5h a), Turiman Jagung-Padi Gogo (Jago: 1 ha) dan Jagung-Kedelai (Jale: 1 ha) yang akan didisplaykan di Desa Lawang Agung, Kecamatan Air Periukan, Kabupaten Seluma seluas + 3,5 ha yang melibatkan petani kooperator sebanyak 4 orang. Komponen teknologi yang akan diterapkan antara lain: (1) Pengolahan tanah sempurna menggunakan alsin; (2) Seed treatment; (3) pengaturan populasi tanaman dengan rekayasa jarak tanam; (4) penggunaan varietas unggul baru (padi menggunakan varietas Inpago 11, Inpago 12, Luhur 1, Luhur 2; kedelai menggunakan varietas Dena 1; dan jagung menggunakan varietas Nasa 29); (5) penggunaan pupuk hayati; (6) dosis pupuk berdasarkan rekomendasi dan hasil analisis tanah di laboratorium; dan (7) pengendalian hama/penyakit secara terpadu.

Teknologi Turiman Pajale dinilai sangat cocok diterapkan di Kab. Seluma karena Alhamdulillah Desa Lawang Agung mendapat program replating perkebunan kelapa sawit, sehingga teknologi Turiman dapat dikembangkan pada lahan sawit yang direplanting.

Peserta yang hadir meliputi Kepala Dinas Kab. Seluma dan jajarannya, Kepala BPTP Bengkulu dan tim, Camat, Koordinator BPP, Penyuluh, Kepala Desa, Babinsa, dan para petani dari Kelompok Tani Sumber Makmur 1, Sumber Makmur 2, Sumber Makmur 3 dan Sumber Tani Desa Lawang Agung.

Dalam kesempatan itu, Kepala BPTP Bengkulu (Dr. Yudi Sastro, S.P, MP) menyampaikan salah satu program kerja 100 hari Menteri Pertanian adalah Komando Strategis Pembangunan Pertanian di Kecamatan (Kostra Tani), penguatan penyuluh dan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) sebagai pusat data dan informasi pertanian serta pusat gerakan pembangunan pertanian tingkat kecamatan. BPTP Bengkulu akan mendampingi dan mengawal program ini sehingga menghasilkan basis data yang dapat digunakan oleh pemerintah dalam menentukan kebijakan pembangunan pertanian.

Write comment (0 Comments)

Bersinergi dengan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Seluma, kemarin (04/11/2019) peneliti dan penyuluh BPTP Bengkulu berkesempatan melakukan diseminasi dan penyuluhan terhadap anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Anggrek Bulan di Desa Bunut, Kecamatan Talo, Kabupaten Seluma.

Kehadiran Monita Puspitasari, S.P, MP dan Robiyanto, Pt. tersebut mengupas tuntas teknologi yang selama ini sangat dibutuhkan oleh KWT dengan 34 orang anggota tersebut yakni Teknologi Pengendalian Hama dan Penyakit pada Sayuran Organik dan Teknologi Budidaya Ayam Pedaging.

Turut hadir acara juga perwakilan dari Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Talo serta perangkat desa. Ke depan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Seluma mengharapkan BPTP Bengkulu dapat kembali menjalin kerja sama dengan pihaknya untuk mendampingi KWT lainnya.

Write comment (0 Comments)