JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Oleh : Ir Sri Suryani. M Rambe, M.Agr

Komoditas jeruk merupakan salah satu unggulan  Provinsi Bengkulu. Salah satu masalah yang dihadapi yaitu sangat terbatasnya ketersediaan benih yang berkualitas. Penggunaan benih asalan dari sumber yang tidak jelas akan sangat berbahaya karena bisa menularkan penyakit berbahaya. Keberhasilan usahatani jeruk sangat ditentukan dengan penggunaan benih yang bermutu, hal ini berkaitan dengan adanya penyakit sistemik ( CVPD dan CTV),  yang susah untuk diobati bila sudah menginfeksi benih jeruk. Beberapa waktu yang lalu, sentra-sentra produksi  jeruk di Indonesia  menjadi hancur sebagai akibat serangan penyakit tersebut.  Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah adalah dengan menyediakan  benih jeruk berlabel  bebas penyakit dan bermutu tinggi.


Kenyataan yang ada saat ini ketersediaan benih bermutu jumlahnya sangat terbatas bahkan petani mengeluhkan bahwa benih jeruk yang ada dipasaran kualitasnya rendah, ini ditandai dengan kondisi fisik benih yang merana/kurang subur, tidak berakar, batang bawahnya tidak seragam bahkan kemurnian varietasnya tidak bisa dijamin kebenarannya. Faktor-faktor yang menyebabkan rendahnya mutu bibit jeruk saat ini antara lain karena uga penangkar benih juga masih menggunakan batang bawah yang kurang baik (semaian yang abnormal dan berakar bengkok), penggunaan entres yang dorman dan tidak melaporkan  proses produksi benihnya pada Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih (BPSB).

Kriteria Benih jeruk yang bermutu baik adalah benih seragam ukurannya, vigor; tinggi Benih 60-80 cm (lebih dari 40 cm dari mata tempel) dan diameter batang 1,2 - 2 cm; warna batang hijau tua kecoklatan, batang lurus dan tidak bercabang; warna daun hijau mengkilat dan telah membentuk 2 flush; umur lebih 6 bulan sejak penyambungan/okulasi.

Dalam rangka memenuhi kebutuhan benih bebas penyakit dan bermutu tinggi, BPTP Balitbangtan Bengkulu sebagai produsen benih telah memproduksi benih sebar jeruk. Untuk tahun 2017 telah di produksi benih jeruk JC sebagai batang bawah sebanyak 25.000 batang yang akan di okulasi pada tahun 2018. Benih jeruk RGL yang disiapkan BPTP tersebut akan didistribusikan kepada masyarakat khususnya di kawasan jeruk yaitu Kabupaten Lebong, Kepahiang dan Rejang Lebong. Untuk memperolehnya, masyarakat bisa menghubungi  Balai Penyuluhan Pertanian setempat atau melalui Dinas Pertanian Kabupaten masing-masing. Dengan penggunaan benih bebas penyakit dan bermutu tinggi diharapkan akan mampu meningkatkan produktivitas sekaligus pendapatan masyarakat.