JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение
fShare
0

Pada 19 Oktober 2017 telah dilakukan supervisi UPSUS SIWAB (Usaha Khusus Sapi Induk Wajib Bunting) di dua Kabupaten yaitu Kabupaten Bengkulu Tengah dan Kabupaten Kepahiang, supervisi dilakukan oleh Pusvetma (Pusat Veteriner Varma) Surabaya yang langsung dipimpin oleh kepala Pusvetma Bapak Drh. Enuh Rahadjo Djusa, Ph.D. Dalam pelaksanaan supervisi ini, BPTP Balitbangtan Bengkulu sebagai pendamping program UPSUS SIWAB yang diwakili oleh Bapak Harwi Kusnadi, S.Pt.,M.Sc dan Bapak Zul Efendi, S.Pt. Supervisi ini juga dihadiri  oleh Drh. Noviyeni dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bengkulu.

Supervisi ini dilakukan untuk mengawal dan menjaga semangat agar program UPSUS SIWAB berjalan dengan semestinya, dilapangan tim mengungkapkan temuan sebagai berikut untuk Kabupaten Kepahiyang sudah diidentifikasi 829 ekor sapi indukan dan jumlah indukan yang sudah di IB sebanyak 503 ekor dan penanganan gangguan reproduksi sebanyak 66 ekor, Untuk Kabupaten Bengkulu Tengah telah diidentifikasi 2.277 ekor sapi indukan, IB sudah dilakukan pada 481 ekor indukan dan sudah dilakukan penanganan terhadap indukan yang memiliki gangguan reproduksi sebanyak 154 ekor. Banyaknya indukan yang mengalami gangguan reproduksi cukup mengejutkan karena indukan yang sehat merupakan syarat utama tingginya vertilitas.

Menuju swasembada daging sapi memerlukan upaya yang kuat dan harus didukung dengan teknologi yang tepat guna oleh karena itu BPTP Balitbangtan Bengkulu telah menyiapkan pendampingan dengan berbagai kegiatan sebagai tindak lanjut yaitu terus memonitoring penanganan gangguan reproduksi pada indukan serta melakukan bimbingan teknologi pengolahan pakan untuk sapi indukan bunting.