JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение
Pin It
 
Pengelolaan sampah di seluruh dunia telah menjadi masalah yang mendesak, karena sangat berdampak terhadap lingkungan. Jika setiap rumah tangga melakukan pengelolaan sampah, maka akan menjadi lebih sederhana.
Peneliti BPTP Bengkulu (Kusmea Dinata, S.P, MP) mengenalkan Teknologi pengelolaan sampah rumah tangga kepada Ibu-ibu Tim Penggerak PKK Kabupaten/Kota se-Provinsi Bengkulu dalam acara Rapat Koordinasi Tim Penggerak PKK Provinsi Bengkulu yang diselenggarakan di Hotel Nala Kota Bengkulu, pada Jum'at (01/10/2021),
Sampah organik dari limbah rumah tangga dapat diolah dengan dua cara yaitu metode kering dan metode basah.
Metode kering dilakukan dengan membuat composter sederhana multifungsi yang nantinya bisa menghasilkan kompos dan pupuk cair organik (cairan Lindi), sedangkan metode basah akan diperoleh cairan yang biasa disebut ECO Enzyme. Proses ini membutuhkan waktu 3-4 bulan.
Selain dapat mengurangi pencemaran sampah, hasilnya pengolahannya pun sangat berguna. ECO enzym selain dapat digunakan gunakan sebagai pupuk organik dan pengendali hama dan penyakit tanaman, juga dapat digunakan sebagai disinfektan, mencuci buah, sayur dan juga dapat digunakan untuk perawatan kulit dan rambut.