JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Agenda Acara

Pin It

Varietas Inhibrid Padi Gogo (Inpago) kembali diperkenalkan melalui Kegiatan Dukungan Inovasi Teknologi dan Pengembangan Pola Tanam untuk Peningkatan Indeks Pertanaman (IP) Kawasan Pertanian di Provinsi Bengkulu. Kegiatan yang berlokasi di Desa Pekik Nyaring Blok I, Kecamatan Pondok Kelapa, Kabupaten Bengkulu Tengah ini menerapkan inovasi teknologi budidaya Tumpangsari Jagung-Padi Gogo (Turiman JAGO).

Padi varietas Inpago 8, 9, dan 10 yang toleran terhadap cekaman kekeringan dan keracunan Aluminium (Al) serta tahan terhadap penyakit blas ini akan ditumpangsarikan dengan jagung pada lahan Kelompok Tani Melati Mekar seluas 5 ha yang saat ini memasuki tahap pengolahan lahan.

Varietas Inpago 8, 9, dan 10 memiliki karakteristik dan keunggulan masing-masing. Inpago 8 umur tanaman ±119 hari, dengan tekstur nasi pulen memiliki potensi hasil 7,2 ton /ha GKG baik untuk ditanam di lahan kering dataran rendah sampai sedang < 700 m dpl. Inpago 9 dengan tekstur nasi sedang memiliki potensi hasil 8,4 ton/ha GKG dianjurkan ditanam pada lahan suburdan lahan PMK dengan umur tanaman ± 115 hari. Sementara itu, Inpago 10 memiliki potensi hasil 7,3 ton/ha, tekstur nasi sedang dan baik ditanam di lahan kering dataran rendah sampai ketinggian < 700 m dpl.

Selain Inpago, varietas lain yang diperkenalkan adalah varietas Rindang 2. Belum banyak orang mengenal varietas dengan tekstur nasi yang pulen ini karena Rindang 2 baru dilepas pada tahun 2017. Padi ini cocok ditanam pada lahan kering dataran rendah dengan potensi hasil 7,39 ton/ha.