JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение
fShare
0

Tim BPTP Balitbangtan Bengkulu menggelar Focus Group Discussion (FGD) “Membangun Kelembagaan dalam Pengelolaan Usaha Pertanian Berbasis Integrasi Tanaman-Ternak Spesifik Lokasi”, di Aula Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Rejang Lebong, Kamis (1/11/2018). FGD ini merupakan bagian kegiatan Model sistem pertanian bioindustri berbasis integrasi tanaman-ternak di Provinsi Bengkulu yang telah dilaksanakan oleh BPTP Balitbangtan Bengkulu sejak tahun 2015 di Kabupaten Rejang Lebong. Kepala BPTP Balitbangtan Bengkulu (Dr. Ir. Darkam Musaddad, M,Si) menyampaikan FGD ini bertujuan untuk merumuskan tata kelola kelembagaan agar model sistem bioindustri dapat berjalan secara berkelanjutan.

Kegiatan yang berlokasi Desa Air Meles dan Talang Ulu, Kecamatan Curup Timur Kabupaten Rejang Lebong ini bekerjasama dengan Kelompok Tani Gading Indah dan Pematang Manggis yang telah mengimplementasikan inovasi teknologi peremajaan tanaman kopi dengan klon unggul, panen kopi petik merah, teknologi pengolahan kopi bubuk petik merah, dan teknologi pengolahan limbah kulit kopi dan ternak sapi. Produk utama adalah kopi bubuk petik merah, dengan produk sampingan hasil pengolahan limbah ternak sapi di antaranya kompos, biourin, biopestisida dan kulit kopi terfermentasi untuk pakan, sehingga tidak ada biomasa yang terbuang (Zero Waste) untuk mendukung pertanian berkelanjutan.

FGD ini melibatkan stakeholder terkait yang ada di Kabupaten Rejang Lebong, meliputi Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Rejang Lebong, Dinas Perdagangan, Koperasi, UKM dan Perindustrian Kabupaten Rejang Lebong, Ketua dan Pengurus Badan Usaha Milik Petani (BUMP), Bank Indonesia, Koordinator Penyuluh, Ketua Kelompok Tani Gading Indah Desa Air Meles, Ketua Kelompok Tani Pematang Manggis Desa Talang Ulu Kecamatan, dan Anggota Kelompok Tani.

Beberapa poin penting dicapai untuk tata kelola alur kelembagaan agar sistem pertanian bioindustri ini dapat berlanjut secara kontinyu dan bermanfaat meningkatkan pendapatan, antara lain perbaikan tata kelola produksi kopi petik merah menjadi kopi biji berkualitas (green bean), kelembagaan pengolahan limbah ternak menjadi kompos dan biourin, dan kelembagaan pengolahan limbah kulit kopi untuk pakan ternak dan kompos.