JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение
fShare
0

Jagung merupakan salah satu komoditas strategis Kementerian Pertanian dan perlu akselerasi untuk peningkatan produksi dan luas tanamnya. Jagung hibrida memilik potensi produksi tinggi (> 10 ton/ha) dan memiliki prospek untuk pemenuhan bahan pakan ternak Indonesia. Untuk itu, melalui kegiatan Kajian sistem usahatani jagung hibrida di Provinsi Bengkulu, maka BPTP Balitbangtan Bengkulu menginisiasi kegiatan perbenihan jagung hibrida BIMA 20-URI seluas 1,2 ha bekerjasama dengan kelompok tani di Desa Tanjung Seru Kec. Seluma Selatan Kab. Seluma.

Jagung hibrida BIMA 20-URI merupakan salah satu inovasi  berasal dari penyilangan antara hibrida silang tunggal G180/Mr14 sebagai tetua betina dengan galur NEI 9008 sebagai tetua jantan. Varietas ini mempunyai perakaran yang kuat, tahan rebah, batang bentuk bulat, tinggi tanaman 210 cm, warna biji kuning oranye, panjang tongkol +17,9 cm, diameter +4,9 cm, jumlah baris per tongkol 14-16 baris. Varietas ini tahan terhadap bulai, karat daun dan hawar daun. Potensi hasil 12,81 ton/ha pipilan kering dengan rata rata hasil 11,0 ton/ha pada kadar air 15%, bobot 1.000 biji 339 g.

Pada Senin, (29/10/2018), tim bersama petani kooperator melakukan tanam benih tetua jantan dengan jaral tanam 70 cm x 20 cm. Respon kelompok tani sangat tinggi terhadap kegiatan perbenihan ini, di tengah mahalnya harga benih jagung hibrida dan sering kurang tersedia di saat musim tanam tiba.

Menjadi harapan besar ke depan, kelompok tani menjadi kelompok penangkar jagung hibrida BIMA 20-URI agar dapat memenuhi kebutuhan benih di kawasannya secara mandiri.