JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение
fShare
0

Kamis (18/10/2018), Tim BPTP Balitbangtan Bengkulu melakukan tanam perdana kedelai pada demplot tumpangsari jagung dan kedelai seluas 2,5 ha di Desa Batu Layang, Kecamatan Hulu Palik Kabupaten Bengkulu Utara. Kehadiran Kepala BPTP Balitbangtan Bengkulu (Dr. Ir. Darkam Musaddad, M.Si) dan Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan Kabupaten Begkulu Utara (Ir. Kuasa Barus) saat tanam menjadi motivasi yang sangat berarti bagi penyuluh lapang dan petani untuk tetap semangat meningkatkan produktivitas lahannya.

Demplot tumpangsari jagung kedelai seluas 2,5 ha ini merupakan bagian kegiatan Kaji terap inovasi pertanian yang dilaksanakan oleh BPTP Balitbangtan Bengkulu dengan melibatkan 5 orang petani kooperator dan petugas penyuluh dari 3 Balai Penyuluhan Pertanian (BPP). Kegiatan ini merupakan bentuk implementasi tugas fungsi BPTP Balitbangtan Bengkulu sebagai pembina, pendamping sekaligus pengawalan dalam penderasan informasi inovasi teknologi bagi penyuluh daerah. Bak gayung bersambut, penyuluh daerah juga sangat membutuhkan bimbingan berbagai inovasi teknologi untuk peningkatan pengetahuan dan keterampilannya.

Pada kesempatan itu juga dilakukan sosialisasi teknologi budidaya tumpangsari jagung kedelai yang disampaikan oleh Penyuluh senior BPTP Balitbangtan Bengkulu (Ir. Ahmad Damiri, M.Si) yang diikuti oleh 35 orang penyuluh dari 8 BPP sekitar. Komponen teknologi yang didiseminasikan adalah penggunaan varietas kedelai dan jagung yang merupakan inovasi unggulan  Agroinovasi Balitbangtan Kementan, Kementerian Pertanian Republik Indonesia.

Varietas kedelai yang ditanam yaitu Dena 1, varietas kedelai tahan naungan dengan toleransi naungan hingga 50%, potensi hasil 2,9 ton/ha, rata-rata 1,7 ton/ha, umur panen 78 hari. Penananam kedelai dilakukan dua minggu sebelum penanaman jagung untuk mengurangi penaungan selama pertumbuhan vegetatif kedelai. Penanaman kedelai ditata sedemikian rupa sehingga nantinya kedelai berada pada lorong tanaman jagung. Sistem tanam pada jagung adalah Jajar legowo [(40 x 20) x 100 cm].

Varietas jagung yang didiseminasikan yaitu Nasa 29 dan Bima 20 Uri, juga merupakan varietas unggul inovasi Balitbangtan. Nasa alias Nakula Sadewa, varietas jagung hibrida tongkol ganda rakitan Balitbangtan ini sudah banyak dikembangkan di sentra jagung nasional. NASA 29 dan Bima URI 20 memiliki umur panen yang hampir sama 100-102 hari setelah tanam dengan potensi hasil yang tinggi mencapai 13,5 ton/ha (Nasa 29) dan 12,5 ton/ha (Bima URI 20).  Kedua varietas unggul tersebut memiliki ketahanan terhadap penyakit bulai, karat, dan hawar. Keunggulan lainnya adalah stay green, yaitu warna batang dan daun di atas tongkol masih hijau saat biji sudah masak/waktu untuk panen sehingga dapat dimanfaatkan untuk pakan.

Melalui penerapan teknologi budidaya tumpangsari jagung kedelai ini diharapkan petani memperoleh peningkatan produktivitas lahan tidak hanya peningkatan produktivitas jagung tetapi juga adanya tambahan produksi dari tanaman kedelai.