JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение
fShare
0

Dalam rangka menunaikan salah satu tupoksinya, kemarin (9/10/2018) Tim BPTP Balitbangtan Bengkulu melaksanakan Temu Teknis Inovasi teknologi Pertanian dengan tema Pemanfaatan Lahan Pekarangan dan Pembuatan Pupuk Organik Cair. Kegiatan yang dilaksanakan di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Jayakarta Kabupaten Bengkulu Tengah ini dihadiri oleh 40 orang yang terdiri dari penyuluh pertanian dan penyuluh swadaya.

Kepala BPTP Balitbangtan Bengkulu yang diwakili oleh Kasie Kerjasama dan Pelayanan Pengkajian (Dr. Rudi Hartono) menyampaikan kegiatan ini untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan keterampilan penyuluh sekaligus menjaring inovasi pertanian yang dibutuhkan. Untuk itu diharapkan penyuluh dapat menyampaikan teknologi apa saja yang dibutuhkan untuk mendukung kegiatan penyuluhan di daerah.

Hal ini sejalan dengan Kadis Pertanian yang diwakili oleh  Kabid. Penyuluhan Dinas Pertanian Kab. Bengkulu Tengah (Eddy Pelita Putra, S.Pt) yang menyampaikan bahwa motivasi dan kinerja Penyuluh selalu membutuhkan pembinaan dan informasi inovasi baru dan dituntut untuk proaktif di lapangan dalam menyampaikan teknologi pertanian kepada petani. Disampaikan pula bahwa penyuluh di Kab. Bengkulu Tengah berjumlah 60 orang terdiri dari 49 PNS, 11 orang THL yang bekerja meliputi 10 kecamatan, 142 desa, 799 kelompok dan 113 gapoktan.

Untuk mendukung kinerja penyuluh tersebut, teknologi yang dibutuhkan antara lain; (1) Perakitan teknologi pengolahan produk sampingan ternak, (2) Pelatihan teknologi biogas yang sesuai dengan spesifik lokasi dan kapasitas kepemilikan ternak, (3) Teknologi perakitan suku cadang kompor biogas dan jaringan pipa biogas serta penyimpanan biogas, (4) Teknologi pembuatan media tanam dengan unsur hara yang tidak mudah habis sehingga bisa dipakai berkali kali, (5) Buku kumpulan teknologi berbagai komoditas, (6) Teknologi pembuatan biourine untuk tanaman perkebunan.

Pada kesempatan tersebut, penyuluh juga diberikan bimbingan teknik pembuatan biourin dari urine sapi dengan penambahan bioaktivator, molases dan empon-empon.