JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение
fShare
0

 

Teknologi budidaya yang belum optimal dan penurunan luas lahan pertanian menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi produksi tanaman pangan di Indonesia. Berbagai upaya dilakukan oleh Kementerian Pertanian Repubik Indonesia (Kementan RI) bekerjasama dengan seluruh UK/UPT lingkup pertanian untuk meningkatkan produksi padi, jagung, dan kedelai, salah satunya dengan mengoptimalkan penggunaan lahan melalui penerapan sistem tanam tumpangsari dengan populasi rapat.

Tumpangsari ini merupakan suatu upaya intensifikasi pertanian dengan tujuan untuk memperoleh hasil produksi yang optimal, dan menjaga kesuburan tanah. Dengan pengaturan komposisi tanaman dan jarak tanam yang tepat, maka hasil tumpangsari per satuan luas lebih tinggi dibandingkan sistem monokultur. Hal ini dapat menjadi solusi dan terobosan dalam pencapaian swasembada pangan.

Melalui Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, sejak tahun 2018 ini Kementan RI menggerakkan tanam dengan sistem tumpangsari dengan 3 (tiga) kombinasi, yaitu (1) Padi gogo + Jagung, (2) Padi gogo + Kedelai, dan (3) Jagung + Kedelai. Pada ketiga kombinasi tersebut, inovasi teknologi yang diterapkan, antara lain jumlah populasi masing-masing komoditas, jarak tanam, waktu tanam, jumlah benih per lubang tanam dan perlakuan benih sebelum tanam.

Untuk lahan sawah, pengolahan tanah dilakukan dengan olah tanah minimum dan tanpa olah tanah (TOT). Olah tanah minimum dilakukan setelah panen padi sawah dengan cukup membersihkan lahan dari tunggul jerami dan rumput. Selanjutnya, dibuat alur bajak untuk tanam. Pengolahan lahan di lahan kering dilakukan sebelum turun hujan dengan cangkul dan garpu.

Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Balitbangtan Bengkulu turut mendukung gerakan tanam tumpangsari tersebut dengan melakukan kegiatan demplot budidaya tumpangsari dengan ketiga kombinasi pola tanam di Desa Pasar Pedati Kecamatan Pondok Kelapa Kabupaten Bengkulu Tengah melalui kegiatan Upaya Khusus Padi Jagung dan Kedelai di Provinsi Bengkulu tahun 2018. Melalui kegiatan tersebut diharapkan dapat diperoleh informasi inovasi teknologi budidaya tumpangsari spesifik lokasi di Provinsi Bengkulu.