JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение
fShare
0

Kemarin 26/09/2018 telah dilaksanakan bimbingan teknis pemangkasan tanaman jeruk pada 7 kelompok tani pada daearah pengembangan kawasan jeruk di Kelurahan Rimbo Pengadang Kabupaten Lebong. Diseminasi inovasi teknologi merupakan hal yang penting agar suatu teknologi dapat di adopsi dan diterapkan oleh petani, sehingga difusi inovasi memberikan dampak peningkatan usahatani di tingkat petani. Pada tanaman jeruk pemangkasan merupakan suatu yang wajib dilakukan untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas jeruk. Ada dua jenis pemangkasan yang dilakukan pada tanaman jeruk yaitu pemangkasan bentuk dan pemangkasan pemeliharaan.

Pemangkasan bentuk dilakukan pada tanaman yang belum produksi umur 0 - 3 tahun yang bertujuan untuk membentuk struktur percabangan (arsitektur) pohon yang diinginkan. Bentuk percabangan yang paling ideal adalah mengikuti format 1-3-9, yaitu terdiri dari 1 batang utama, 3 cabang primer dan 9 cabang sekunder.  Produktivitas tanaman sangat dipengaruhi oleh luas permukaan dan bukan volume tajuk. Artinya, makin luas bagian tajuk yang terkena sinar matahari, makin tinggi produktivitasnya.

Pemangkasan pemeliharaan yaitu pemangkasan yang dilakukan pada tanaman yang sudah produktif, berumur > 3 tahun dan biasanya dilaksanakan sesudah panen dengan tujuan menyeimbangkan pertumbuhan vegetatif dan generatif. Manfaat dari pemangkasan pemeliharaan adalah : (1)  mempertahankan bentuk arsitektur pohon dari bentuk format bakunya, (2) mengurangi terjadinya fluktuasi pembuahan tahunan, (3) mempertahankan iklim mikro ideal di sekitar tanaman dengan minimal 30% sinar matahari dapat menembus ke bagian dalam tajuk tanaman, sehingga kondisi tanaman dan kebun tidak terlalu lembab yang dapat mengurangi tingkat serangan hama dan terutama penyakit, (4) mengefisienkan pemeliharaan kebun, (5) meningkatkan umur produktif pohon dan (5) menghilangkan ranting-ranting rusak.

Pemangkasan berat dilakukan setelah panen dengan tujuan utama mengatur pembungaan berikutnya, sedangkan pemangkasan ringan dilakukan untuk menjaga bentuk ideal pohon. Pemangkasan pemeliharaan dilakukan yaitu 1) memotong tunas-tunas yang tumbuh di pangkal batang bawah karena akan mengganggu pertumbuhan batang utama, 2) memotong tunas-tunas air yang tumbuh cepat, 3) memotong ranting-ranting kecil yang pertumbuhannya mengarah ke dalam tanaman karena hanya akan menjadi sarang hama dan penyakit, 4) membuang ranting yang kering untuk memacu pertumbuhan tunas baru, 5) memotong ranting atau tunas yang terserang hama penyakit sekaligus membuang sumber penularannya, 6) mengurangi jumlah ranting/tunas pada tajuk yang berlebihan sehingga jumlah tidak terlalu lebat, 7) menggunting bekas tangkai buah supaya tumbuh tunas bunga pada ranting tersebut sehingga produktivitasnya relatif stabil, 8) mengumpulkan ranting-ranting bekas pangkasan di satu tempat kemudian dibakar supaya sanitasi kebun dapat terjaga.