JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение
fShare
0

Bengkulu, Senin (4/06/2018)  dalam rangka mendukung usaha pencapaian swasembada jagung, BPTP Balitbangtan Bengkulu melaksanakan Pengkajian Sistem Usaha Tani (SUT) Jagung Hibrida, bertempat di Kelompok Tani Bina Karya Desa Sukaraja Kecamatan Seginim Kabupaten Bengkulu Selatan. Dengan areal seluas 7 ha dengan 11 petani kooperator.

Pengkajian ini bertujuan untuk mendapatkan paket teknologi SUT jagung hibrida di lahan kering Provinsi Bengkulu, sehingga diperoleh paket teknologi SUT jagung hibrida spesifik lokasi. Komponen teknologi yang diterapkan antara lain: (1) penggunaan varietas unggul jagung hibrida Bima 19 URI , Nasa 29 dan NK 6172, (2) dosis pupuk spesifik lokasi berdasarkan rekomendasi Kalender Tanam (KATAM) level Kecamatan Seginim, dan (3) sistem tanam legowo.
Perlakuan yang dikaji sebanyak 5 paket; paket 1 (varietas Bima 19 URI, tanpa BO), paket 2 (varietas Bima 19 URI + BO), paket 3 (varietas Nasa 29 tanpa BO), paket 4 (varietas Nasa 29 + BO), dan paket 5 (paket petani, varietas NK 6172). Saat ini tanaman jagung berumur 15 HST dan telah dilakukan pemupukan pertama. BPTP Balitbangtan Bengkulu telah melakukan pendampingan  pemupukan, dimulai dengan penyampaian materi tentang penjelasan teknis pemupukan, waktu pemberian pupuk, dosis pupuk serta praktek pemberian pupuk. Berbarengan dengan kegiatan tersebut, juga dilakukan distribusi pupuk ke petani kooperator.

Untuk mengoptimalkan pendampingan, BPTP Balitbangtan Bengkulu bekerjasama dengan para penyuluh lapangan setempat dalam mendampingi petani kooperator. Dengan adanya kegiatan pengkajian ini diharapkan petani dapat mengadopsi inovasi teknologi dalam melaksanakan aktivitas usaha taninya sehingga dapat meningkatkan produktivitas dan pada akhirnya dapat meningkatkan pendapatan petani.