JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение
fShare
0

Pada hari Rabu (30/05/2018) Menteri Pertanian Dr. Amran Sulaiman mengundang BEM dan ISMPI yang terdiri dari bersama 221 mahasiswa dari 58 perguruan tinggi se-Indonesia dan 3 Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian di Jakarta. Provinsi Bengkulu diwakili oleh BEM Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu dari Prodi Agroteknologi (Leonardo Dharmawangsa) dan dari Prodi Peternakan (Alven Syahril Muslim). Pertemuan ini merupakan bagian dari upaya untuk mewujudkan revolusi mental. Amran mengajak untuk membentuk group komunikasi melalui aplikasi media sosial.

Melalui grup komunikasi itu, Kementan bersama mahasiswa akan berbagi informasi tentang kebijakan pertanian. Sehingga, apapun persoalan pertanian dapat dilaporkan langsung dan cepat diselesaikan.

"Semua perwakilan teman-teman BEM, ISMPI  yang hadir silahkan bentuk group komunikasi medsos bersama humas Kementan. Saatnya pertanian terdepan karena kita ini negara agraris. Seluruh masalah pertanian silahkan laporkan dalam grup tersebut ada penyelewengan atau penyalahgunaan, silahkan laporkan,” ujarnya.

Ia pun menegaskan akan menjawab pertanyaan dan menanggapi usulan para mahasiswa yang tergabung dalam grup komunikasi itu.

“Silahkan anda bisa langsung berkontribusi melaporkan kondisi di lapangan sejauh mana kinerja. Semuanya akan saya jawab, group ini akan kami tuangkan dalam MoU bersama hari ini juga,” katanya.

"Kementerian Pertanian melakukan revolusi mental dengan membangun sistem untuk percepatan peningkatan produksi. Target kami, Indonesia menjadi lumbung pangan dunia pada 2045. Peran generasi muda sangat dibutuhkan," kata  Amran

Mahasiswa, imbuhnya, juga dibutuhkan untuk mengurai persoalan alih fungsi lahan, mengurangi kemiskinan, mengumpulkan data produksi yang akurat, hingga mengendalikan hama.

Selain itu, mahasiswa sektor pertanian juga bertanggung jawab untuk perderasan informasi terkait kinerja pemerintah.

Dengan demikian, masyarakat mengetahui kebijakan dan capaian pemerintah di sektor pertanian untuk mewujudkan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia.

“Ada pun kebijakan dan capaian Kementan dalam 4 tahun berjalan pemerintahan Jokowi-JK di antaranya keberhasilan swasembada beras, bawang, dan cabai sejak 2016 hingga 2017. Jagung pun dari 2017 hingga saat ini belum ada impor. Hingga saat ini pun, telah menindak tegas staf Kementan yang melakukan penyalahgunaan wewenang,” katanya.

Sekretaris Jenderal Ikatan Senat Mahasiswa Pertanian Indonesia, Hasbi Abdullah, mengapresiasi sejumlah capaian pemerintah di sektor pertanian. Karena itu, pertemuan ini memberikan manfaat yang besar bagi upaya menjadikan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia.

“Pemerintah agar mengoptimalkan lembaga-lembaga yang telah ada untuk mencapai tujuan tersebut. Salah satunya bagaimana kementerian pertanian mampu mengembalikan identitas Indonesia sebagai negara agraris,” ujarnya.