JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение
fShare
0

Jeruk RGL termasuk komoditas hortikultura  unggulan daerah di Provinsi Bengkulu. Turut andil mensukseskan program Perbenihan Nasional tahun 2018, BPTP Balitbangtan Bengkulu mendapatkan amanah untuk memproduksi benih unggul Jeruk RGL bersertifikat. Kegiatan produksi benih sebar jeruk RGL ini dimulai tahun 2017 dan  berlanjut pada tahun 2018 dengan target total output 45.000 batang.

Kegiatan produksi benih sebar Jeruk RGL bekerjasama dengan kelompok tani Swarang di  Kecamatan Rimbo Pengadang Kabupaten Lebong melalui proses sertifikasi yang melibatkan Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih (BPSB) Provinsi Bengkulu.

Senin (28 Mei 2018) mulai dilakukan pemangkasan benih jeruk yang telah diokulasi pada posisi 2 cm diatas mata tempel. Pewiwilan (pembuangan tunas liar) dilakukan pada batang bawah yg belum diokulasi. Selain itu, juga dilakukan penyemprotan persemaian batang bawah jeruk JC  yang telah ditransplanting (pindah tanam) dengan  pupuk daun. Batang bawah jeruk JC yang digunakan  cukup beradaptasi dengan kondisi agroklimat Bengkulu. Kondisi pertanaman batang bawah cukup baik. Sampai saat ini benih jeruk yang telah diokulasi sebanyak 6.000 batang. Pelaksanaan okulasi akan berakhir pada bulan Agustus 2018 dengan  menggunakan entres RGL dari petani penangkar dan juga varietas lainnya.

Sebagai upaya penyebarluasan inovasi teknologi maka nantinya BPTP Balitbangtan Bengkulu akan mendistribusikan benih jeruk tersebut ke petani di Kabupaten Kepahiang (5.000 batang), Rejang Lebong (5.000 batang), Lebong (15.000 batang), sedangkan CPCL untuk target output 20.000 batang lagi belum ditetapkan. Penggunaan benih bersertifikat dan pengelolaan yang optimal yang diawali dengan pengelolaan di pembibitan diharapkan dapat meningkatkan produksi dan mutu jeruk RGL rakyat dalam jangka panjang.