JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение
fShare
0

Permasalahan utama lahan sawah tadah hujan adalah ketersediaan air dan miskin unsur hara. Strategi pemanfatan lahan tadah hujan dengan kendala tersebut adalah melalui penerapan komponen teknologi padi aerob terkendali bahan organik (PATBO), pemupukan sesuai rekomendasi dan penggunaan varietas unggul baru (VUB) spesifik agroekosistem sawah tadah hujan umur genjah. Mengatasi kekurangan air pada musim kemarau dapat dikendalikan dengan pemberian bahan organik yang dapat mengikat air. 

Kepala BPTP Balitbangtan Bengkulu, Dr. Ir. Darkam Musaddad, M.Si pada Jum'at, (25/05/2018) meninjau hamparan padi varietas Inpari 32, Inpari 40 dan Inpari 41 di Desa Air Petai, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Seluma yang merupakan kegiatan display Peningkatan IP dan Pola Tanaman. Kunjungan tersebut didampingi oleh tim pengkaji dan petani kooperator Ketut Saryo (koordinator lapangan) dan Ketut Buana (ketua hamparan). 

Disela-sela peninjauan lokasi, ketua hamparan menyampaikan apresiasinya kepada BPTP Balitbangtan Bengkulu, "Kami menyambut dengan baik dan sangat senang atas kunjungan Kepala BPTP Balitbangtan Bengkulu dan mengucapkan banyak terima kasih atas bimbingan dan bantuan terutama musim tanam padi saat ini". Lebih lanjut beliau menginformasikan bahwa luas hamparan sawah tadah hujan di Desa Air Petai lebih kurang 30 ha, sedangkan yang termasuk dalam kegiatan baru 8 ha, dengan rincian 5 ha kegiatan peningkatan IP dan 3 ha kegiatan pola tanam dengan petani kooperator sebanyak 22 orang.

Suatu hal yang menarik di lokasi display  menurut petani kooperator dan hasil pengamatan oleh tim pengkaji kegiatan adalah varietas Inpari 32 dan Inpari 41 memperlihatkan pertumbuhan yang sangat baik dan juga lebih adaptif terhadap cekaman kekeringan meskipun beberapa lahan petani mengalami kekeringan pada pertumbuhan generatif awal, lebih tahan terhadap serangan penyakit blast dibandingkan varietas inpari 40. Untuk tanaman yang terserang penyakit blast telah dikendalikan secara kimiawi dengan menggunakan fungisida bahan aktif : mancozeb 62% + trisiklazol 18% yang merupakan fungisida sistemik berbentuk tepung. Saat ini tanaman secara keseluruhan sudah fase pertumbuhan generatif, rata-rata umur tanaman >50 hari setelah tanam, ada beberapa bagian fase panicle initiation (inisiasi pembungaan) karena keterlambatan penanaman.