JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Info Aktual

Terapkan Teknologi, Panen Meningkat dicuaca Ekstrim

BPTP Balitbangtan Bengkulu terus berusaha mengembangkan pengkajian untuk meningkatkan produktivitas tanaman pangan terutama padi. Hari ini 15/01/2018 panen dilahan demplot tanaman padi menunjukkan hasil yang baik. Varietas yang digunakan adalah varietas unggul yang tahan terhadap kekeringan dan tetap optimal dimusim hujan yaitu Inpari 38, Inpari 39, Inpari 41 dan Situbagendit. Penggunaan bibit sedikit (1-3 bibit/lubang tanam) sehingga cukup 25 kg/ha. Penanaman dengan siatem tanam jajar legowo 2:1.  pemupukan dilakukan sesuai dengan rekomendasi KATAM, hama penyakit diatasi sesuai serangan tanpa berlebihan. Hasil yang didapat petani Inpari 38 = 6,5 t/ha, Inpari 39 = 6,41 t/ha, Inpari 41 = 6,28 t/ha dan Situbagendit 6,2 t/ha lebih baik dari sebelumnya hanya 4-4,5 ton/ha. Petani kooperator mengaku sangat terbantu dengan bimbingan yang dilakukan petugas dari BPTP Balitbangtan Bengkulu dan berniat untuk menerapkan teknologi dimusim tanam berikutnya.

BPTP BENGKULU PERSEMBAHKAN YANG TERBAIK UNTUK PETANI

Dalam rangka penyempurnaan rencana Pengkajian dan diseminasi tahun anggaran 2018, BPTP  Balitbangtan Bengkulu melaksanakan seminar proposal pada hari selasa dan Rabu (9-10/01/2018) di aula Rafflesia yang diikuti oleh 50 orang peserta terdiri dari peneliti, penyuluh, dan litkayasa BPTP Balitbangtan Bengkulu. Acara seminar ini dihadiri tim pakar Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian (BBP2TP) yang diwakili oleh Dr. Sumedi, SP., M.Si dan Dr. M. Yusron yang bertindak selaku narasumber dan Pembahas.

Proposal yang dipresentasikan dalam seminar tersebut sebanyak 21 judul yang terdiri dari 4 Proposal pengkajian in-house, 1 Proposal Pengelolaan Sumber Daya Genetik, 1 Proposal Analisis Kebijakan, 2 Proposal Model Sistem Pertanian Bioindustri, 7 Proposal diseminasi dan penyuluhan, dan 6 Proposal Perbenihan/Produksi Benih Sebar komoditas padi, hortikultura dan perkebunan.

Dinamika Kebutuhan terhadap inovasi teknologi pertanian saat ini yang sangat dinamis, menuntut sebuah perencanaan yang matang dan mampu memberikan solusi terhadap permasalahan yang dihadapi petani saat ini. Oleh karena itu BPTP Balitbangtan Bengkulu berusaha semaksimal mungkin mewujudkan inovasi yang mampu memberikan solusi bagi para petani khususnya di Provinsi Bengkulu. Dalam seminar ini difokuskan pada kegiatan pengkajian dan diseminasi yang harus disinkronkan antara inovasi teknologi kebutuhan daerah dengan program strategis yang sedang digulirkan oleh Kementerian Pertanian.

Gerakkan Pemanfaatan Lahan Pekarangan BPTP Balitbangtan Bengkulu Gelar Bimbingan dan Pelatihan

 

Sosialisasi dan Bimbingan Teknis kegiatan Peningkatan komunikasi, koordinasi dan Diseminasi Inovasi Pertanian dilaksanakan di Kabupaten Bengkulu Tengah, kecamatan Talang Empat. Kegiatan ini diikuti dengan jumlah peserta sebanyak 45 orang, yang terdiri dari Penhuluh lapang, Kepala Desa,TP-PKK Desa Jayakarta, Gapoktan SRI Rezeki dan pengurus  Poktan dan Kelompok Wanita Tani (KWT).

kegiatan Bimtek ini bertujuan untuk mengenalkan inovasi teknologi sederhana yang dapat dilakukan oleh petani untuk nantinya dapat digunakan dalam memanfaatkan lahan pekarangan. Adapun materi yang disampaikan yaitu :
1. Pembuatan Pupuk organik Cair.
2. Pemanfaatan Lahan Pekarangan Terpadu.
3. Sistem Pemeliharaan Ternak Kambing

Penyampaian materi  dengan dilakukan diskusi, kemudian dilanjutkan dengan acara panen perdana tanaman sayuran (kangkung, bayam, kacang panjang, timun dan cabai rawit) di lahan pekaran

Ingin Usahatani Jeruk Berhasil, Gunakan Benih Bermutu dan Bebas Penyakit

Oleh : Ir Sri Suryani. M Rambe, M.Agr

Komoditas jeruk merupakan salah satu unggulan  Provinsi Bengkulu. Salah satu masalah yang dihadapi yaitu sangat terbatasnya ketersediaan benih yang berkualitas. Penggunaan benih asalan dari sumber yang tidak jelas akan sangat berbahaya karena bisa menularkan penyakit berbahaya. Keberhasilan usahatani jeruk sangat ditentukan dengan penggunaan benih yang bermutu, hal ini berkaitan dengan adanya penyakit sistemik ( CVPD dan CTV),  yang susah untuk diobati bila sudah menginfeksi benih jeruk. Beberapa waktu yang lalu, sentra-sentra produksi  jeruk di Indonesia  menjadi hancur sebagai akibat serangan penyakit tersebut.  Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah adalah dengan menyediakan  benih jeruk berlabel  bebas penyakit dan bermutu tinggi.


Kenyataan yang ada saat ini ketersediaan benih bermutu jumlahnya sangat terbatas bahkan petani mengeluhkan bahwa benih jeruk yang ada dipasaran kualitasnya rendah, ini ditandai dengan kondisi fisik benih yang merana/kurang subur, tidak berakar, batang bawahnya tidak seragam bahkan kemurnian varietasnya tidak bisa dijamin kebenarannya. Faktor-faktor yang menyebabkan rendahnya mutu bibit jeruk saat ini antara lain karena uga penangkar benih juga masih menggunakan batang bawah yang kurang baik (semaian yang abnormal dan berakar bengkok), penggunaan entres yang dorman dan tidak melaporkan  proses produksi benihnya pada Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih (BPSB).

Kriteria Benih jeruk yang bermutu baik adalah benih seragam ukurannya, vigor; tinggi Benih 60-80 cm (lebih dari 40 cm dari mata tempel) dan diameter batang 1,2 - 2 cm; warna batang hijau tua kecoklatan, batang lurus dan tidak bercabang; warna daun hijau mengkilat dan telah membentuk 2 flush; umur lebih 6 bulan sejak penyambungan/okulasi.

Dalam rangka memenuhi kebutuhan benih bebas penyakit dan bermutu tinggi, BPTP Balitbangtan Bengkulu sebagai produsen benih telah memproduksi benih sebar jeruk. Untuk tahun 2017 telah di produksi benih jeruk JC sebagai batang bawah sebanyak 25.000 batang yang akan di okulasi pada tahun 2018. Benih jeruk RGL yang disiapkan BPTP tersebut akan didistribusikan kepada masyarakat khususnya di kawasan jeruk yaitu Kabupaten Lebong, Kepahiang dan Rejang Lebong. Untuk memperolehnya, masyarakat bisa menghubungi  Balai Penyuluhan Pertanian setempat atau melalui Dinas Pertanian Kabupaten masing-masing. Dengan penggunaan benih bebas penyakit dan bermutu tinggi diharapkan akan mampu meningkatkan produktivitas sekaligus pendapatan masyarakat.

FGD BPTP Balitbangtan Bengkulu Menjaring Informasi dari Stakeholder

Dalam rangka menjaring informasi dari stakeholder, BPTP Balitbangtan Bengkulu menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) pada selasa (28/11/2017) di aula Rafflesia BPTP Balitbangtan Bengkulu. Acara tersebut dihadiri dari BAPPEDA Provinsi Bengkulu, Dinas Lingkup Pertanian se-Provinsi Bengkulu, Perguruan tinggi dan Peneliti-Penyuluh BPTP Balitbangtan Bengkulu.

Pada acara tersebut membahahas berbagai capaian kegiatan penelitian, pengkajian, pengembangan dan penerapan (Litkajibangrap) BPTP Balitbangtan Bengkulu pada tahun 2017 dan rencana kegiatan pada tahun 2018. Pelaksanaan FGD Evaluasi dan Pemantapan Program Pengkajian dan Diseminasi BPTP Balitbangtan bertujuan untuk menjaring permasalahan dan kebutuhan teknologi yang prioritas dibutuhkan oleh stakeholder/pengguna terkait dengan tugas dan fungsi BPTP sebagai UPT Balitbangtan Kementerian Pertanian untuk memberikan kemanfaatan yang sebesar-besarnya bagi pembangunan pertanian di Provinsi Bengkulu.

Dari kegiatan FGD tersebut didapatkan beberapa beberapa informasi penting antara lain tentang permasalahan yang dihadapi dalam perencanaan pembangunan pertanian di Provinsi Bengkulu, Arah Kebijakan Pembangunan di Provinsi Bengkulu bidang pertanian, Kegiatan Prioritas Provinsi Bengkulu TA 2018 bidang pertanian, Kegiatan komoditas peternakan dititik beratkan pada pendampingan UPSUS SIWAB, dan masalah yang di kemukakan stakeholder dalam diskusi meliputi masalah penyuluhan, Sinkronisasi Kegiatan, Produksi PAJALE dan Kegiatan KRPL.

Bagi BPTP Balitbangtan Bengkulu penggalian informasi melalui FGD sangat bermanfaat sebagai bahan evaluasi kegiatan yang telah berjalan dan masukan untuk pemantapan kegaiatan yang akan dilaksanakan. Dengan demikian manfaat dari kegiatan Litkajibangrap BPTP Balitbangtan Bengkulu akan dapat lebih dirasakan manfaatnya oleh stakehorder.