JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение
Workshop KTI, Tingkatkan Aktualisasi Kompetensi Peneleti, Penyuluh, dan Litkayasa BPTP Balitbangtan Bengkulu
Peneliti, penyuluh dan litkayasa dituntut untuk mampu mengaktualisasikan kompetensinya bukan sekedar kegiatan penelitian/pengkajian, tetapi mampu untuk menulis hasil penelitian tersebut dalam media publikasi baik yang bertaraf nasional maupun internasional. Hasil penelitian ilmiah membutuhkan publikasi agar karya dapat optimal diketahui publik dan dipertanggungjawabkan keilmiahannya. Untuk itu, peneliti/penyuluh/litkayasa BPTP dituntut senantiasa meningkatkan kualitas publikasi ilmiahnya, terutama skala jurnal dan majalah ilmiah nasional hingga internasional. Komponen karya tulis ilmiah (KTI) pun amat berkontribusi dalam pemenuhan kompetensi pada tiap jenjang jabatan peneliti. Beberapa poin penting tersebut disampaikan oleh Kepala BPTP Balitbangtan Bengkulu (Dr. Ir. Darkam Musaddad, M.Si) dalam arahannya saat membuka acara Workshop Penulisan Karya Tulis Ilmiah yang diselenggarakan oleh BPTP Balitbangtan Bengkulu pada tanggal 24 dan 25 Oktober 2018. Workshop yang diikuti oleh 40 orang peserta yang terdiri dari pejabat struktural, pejabat fungsional peneliti, penyuluh, litkayasa, calon pejabat fungsional, teknisi dan mahasiswa magang ini merupakan bagian dari kegiatan Peningkatan Kapasitas penyuluh BPTP. Workshop bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan keterampilan peserta dalam penulisan KTI serta terjaringnya KTI yang siap diterbitkan dalam media publikasi bertaraf nasional. Narasumber Dr. Rubiyo, M.Si, peneliti utama di BBPengkajian Balitbangtanmenyampaikan materi workshop dengan tema "Transformasi Laporan Pengkajian menjadi Karya Tulis Ilmiah". Detail materi yang disampaikan antara lain kiat-kiat menulis KTI, cara publikasi, kupas tuntas kelemahan dan keunggulan draft KTI peserta, sekaligus penjelasan Peraturan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia Republik Indonesia no.14 Tahun 2018 tentang Petunjuk Teknis Jabatan Fungsional Peneliti. Dengan pelaksanaan workshop tersebut diharapkan menghasilkan peserta yang mampu menulis KTI untuk dipublikasikan pada jenjang nasional bahkan Internasional dalam rangka pengembangan keprofesiannya secara berkelanjutan.
BPTP Balitbangtan Bengkulu Galakan Tumpangsari Jagung Kedelai di Provinsi Bengkulu
Kamis (18/10/2018), Tim BPTP Balitbangtan Bengkulu melakukan tanam perdana kedelai pada demplot tumpangsari jagung dan kedelai seluas 2,5 ha di Desa Batu Layang, Kecamatan Hulu Palik Kabupaten Bengkulu Utara. Kehadiran Kepala BPTP Balitbangtan Bengkulu (Dr. Ir. Darkam Musaddad, M.Si) dan Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan Kabupaten Begkulu Utara (Ir. Kuasa Barus) saat tanam menjadi motivasi yang sangat berarti bagi penyuluh lapang dan petani untuk tetap semangat meningkatkan produktivitas lahannya. Demplot tumpangsari jagung kedelai seluas 2,5 ha ini merupakan bagian kegiatan Kaji terap inovasi pertanian yang dilaksanakan oleh BPTP Balitbangtan Bengkulu dengan melibatkan 5 orang petani kooperator dan petugas penyuluh dari 3 Balai Penyuluhan Pertanian (BPP). Kegiatan ini merupakan bentuk implementasi tugas fungsi BPTP Balitbangtan Bengkulu sebagai pembina, pendamping sekaligus pengawalan dalam penderasan informasi inovasi teknologi bagi penyuluh daerah. Bak gayung bersambut, penyuluh daerah juga sangat membutuhkan bimbingan berbagai inovasi teknologi untuk peningkatan pengetahuan dan keterampilannya. Pada kesempatan itu juga dilakukan sosialisasi teknologi budidaya tumpangsari jagung kedelai yang disampaikan oleh Penyuluh senior BPTP Balitbangtan Bengkulu (Ir. Ahmad Damiri, M.Si) yang diikuti oleh 35 orang penyuluh dari 8 BPP sekitar. Komponen teknologi yang didiseminasikan adalah penggunaan varietas kedelai dan jagung yang merupakan inovasi unggulan  Agroinovasi Balitbangtan Kementan, Kementerian Pertanian Republik Indonesia. Varietas kedelai yang ditanam yaitu Dena 1, varietas kedelai tahan naungan dengan toleransi naungan hingga 50%, potensi hasil 2,9 ton/ha, rata-rata 1,7 ton/ha, umur panen 78 hari. Penananam kedelai dilakukan dua minggu sebelum penanaman jagung untuk mengurangi penaungan selama pertumbuhan vegetatif kedelai. Penanaman kedelai ditata sedemikian rupa sehingga nantinya kedelai berada pada lorong tanaman jagung. Sistem tanam pada jagung adalah Jajar legowo [(40 x 20) x 100 cm]. Varietas jagung yang didiseminasikan yaitu Nasa 29 dan Bima 20 Uri, juga merupakan varietas unggul inovasi Balitbangtan. Nasa alias Nakula Sadewa, varietas jagung hibrida tongkol ganda rakitan Balitbangtan ini sudah banyak dikembangkan di sentra jagung nasional. NASA 29 dan Bima URI 20 memiliki umur panen yang hampir sama 100-102 hari setelah tanam dengan potensi hasil yang tinggi mencapai 13,5 ton/ha (Nasa 29) dan 12,5 ton/ha (Bima URI 20).  Kedua varietas unggul tersebut memiliki ketahanan terhadap penyakit bulai, karat, dan hawar. Keunggulan lainnya adalah stay green, yaitu warna batang dan daun di atas tongkol masih hijau saat biji sudah masak/waktu untuk panen sehingga dapat dimanfaatkan untuk pakan. Melalui penerapan teknologi budidaya tumpangsari jagung kedelai ini diharapkan petani memperoleh peningkatan produktivitas lahan tidak hanya peningkatan produktivitas jagung tetapi juga adanya tambahan produksi dari tanaman kedelai.
Arsip, catatan di masa lalu, catatan masa kini dan informasi di masa depan
Revolusi industri 4.0 dimaknai dengan perubahan perlakuan dan perilaku terhadap pemanfaatan teknologi. Kementerian Pertanian Republik Indonesia(Kementan) siap memasuki revolusi 4.0 untuk pengelolaan kearsipan dan Tata Persuratan. Demikian disampaikan Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian, Syukur Iwantoro saat acara sosialisasi kearsipan dengan Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) di Aula Gedung F Kantor Kementan Jakarta, Kamis (25/10/2018). Sosialisasi ini bertujuan untuk mempersiapkan diri menghadapi teknologi yang pesat dalam menghadapi pengelolaan kearsipan di masa yang akan datang. Acara dihadiri oleh Kepala Biro Perencanaan, Data dan informasi, Kepala Biro Hukum, Kapus PPT dan Perizinan, Kepala Biro Umum dan Pengadaan, Dirjen Hortikultura, Pejabat Eselon 3, Pejabat Eselon 4, salah satunya Kasubbag Tata Usaha BPTP Balitbangtan Bengkulu (Wahyuni Amelia Wulandari, S.Pt, M.Si), serta Petugas Pengelola Arsip Kementerian Pertanian. Pada kesempatan itu disampaikan Pedoman dalam pengelolaan kearsipan yang meliputi Tata naskah dinas, Klarifikasi arsip, Jadwal retensi arsip, serta Klasifikasi keamanan dan akses kearsipan. Beberapa materi yang disampaikan, antara lain (1) Kebijakan kearsipan nasional dalam menyongsong era Revolusi Industri 4.0, (2) Kearsipan sebagai indikator penilaian RB, (3) Peran arsip dalam keterbukaan informasi publik, (4) Potensi Data dan Informasi dalam era Revolusi Industri 4.0, dan (5) Kearsipan dalam Revolusi Industri 4.0. Dalam kesempatan itu juga dilakukan; a) Arsip in aktif dari Balai Benih dan Ditjen PKH ke sekjen sebagai unit kearsipan 2 Kementan, b) Penyerahan arsip Statis unit kearsipan I Kementan kepada Lembaga Arsip Nasional RI, c) Lauching aplikasi Tata Naskah Dinas Elektronik Kementan. Hasil monev dari Kearsipan Nasioal RI, pada tahun 2018 Kementerian Pertanian RI mendapatkan penghargaan peringkat ke 5 dari 34 Kementerian yang di tahun sebelumnya peringkat ke 14. Dengan meningkatkan peringkat kearsipan, Kementan ditunjuk menjadi salah satu Pilot Project Kearsipan bagi Kementerian dan Lembaga lainnya. 

Berita Upsus

Info Teknologi

SDM Profesional

Evi Silviyani, SST.
26 Mar 2018 08:36 - AdministratorEvi Silviyani, SST.

    Data Personal Nama : Evi Silviyani, SST. Tempat/Tgl Lahir : Cirebon, 27  [ ... ]

Eko Kristanto, S.Pt
26 Mar 2018 08:49 - AdministratorEko Kristanto, S.Pt

    Data Personal   Nama : Eko Kristanto, S.Pt. Tempat/Tgl Lahir : Bengkulu/ [ ... ]

Rahmat Oktavia, SP.
26 Mar 2018 08:41 - Administrator

    Data Personal   Nama : Rahmat Oktafia, SP Tempat/Tgl Lahir : Bengkulu/03 [ ... ]

Engkos Kosmana
26 Mar 2018 08:23 - AdministratorEngkos Kosmana

    Data Personal Nama : Engkos Kosmana, SST. Tempat/Tgl Lahir : Ciamis, 1 J [ ... ]

SDM lainnya

Kunjungi Media Sosial Kami

Pengumuman Lelang

Benih Sumber

VARIETAS STOK PEMBELIAN
INPARI 32 BLM TERSEDIA PESAN
INPARI 33 BLM TERSEDIA PESAN
INPARI 40 BLM TERSEDIA PESAN
INPARA BLM TERSEDIA PESAN
INPAGO 8 BLM TERSEDIA PESAN

 

Buku Teknologi

Statistik Pengunjung

508988
Today
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
Last Month
All days
175
2220
7408
488254
42404
77060
508988

2018-11-21 01:39