JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение
Diseminasi Inovasi Teknologi Pengolahan Berbasis Pangan Lokal
  Siang ini tersaji kue nastar beraroma mentega dan telur yang wangi khas cookies. Tak ada jejak aroma amis telur meskipun memakai olesan telur. Hasil panggangan juga merata kuning kecokelatan hingga ke bagian bawah. Ada juga brownies yang nyoklaaat banget, lembut, lumer dan legit di lidah....mmmm.... yummy!!! Kudapan ini dipastikan tidak akan bertahan lama, alias laris dilahap siapa saja yang mencicipinya. Kudapan itu adalah hasil karya ibu-ibu Kelompok Wanita Tani (KWT) Pengolahan Pangan peserta Penyuluhan Pangan Alternatif Kota Bengkulu Tahun 2018 yang dipandu oleh Tim BPTP Balitbangtan Bengkulu (Dr. Shannora Yuliasari, S.TP, M.P dan Lina Ivanti, S.TP). Melalui kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas Pangan dan Pertanian Kota Bengkulu pada hari Senin (17/09/2018) ini BPTP Balitbangtan Bengkulu mendiseminasikan Inovasi Teknologi Pengolahan serta Teknik Pengemasan Pangan Alternatif di hadapan 40 orang anggota KWT se-Kota Bengkulu. Inovasi teknologi yang dipraktekkan adalah teknologi pengolahan tepung mocaf. MOCAF (Modified Cassava Flour) adalah tepung ubi kayu atau singkong yang diolah melalui proses fermentasi dengan bantuan mikroorganisme. Teknologi pengolahan tepung mocaf merupakan inovasi Badan Litbang Pertanian yang dapat menjadi sumber pangan alternatif potensial dalam meningkatkan nilai tambah komoditas pangan lokal. Pengolahan ubi kayu menjadi tepung mocaf akan memperluas pemanfaatan ubi kayu menjadi beragam produk olahan. Melalui kegiatan penyuluhan dan praktek ini diharapkan dapat meningkatkan pemanfaatan pangan lokal dan sekaligus mengembangkan potensi keberagaman bahan pangan ditengah-tengah masyarakat sehingga dapat digunakan sebagai sumber pangan untuk keberagaman konsumsi keluarga. Manfaat akhir yang ingin dicapai diharapkan dapat meningkatkan nilai ekonomi komoditas pangan lokal dan dapat berkembang menjadi sumber penghasilan rumah tangga yang mampu meningkatkan pendapatan keluarga. Bersama Agroinovasi Balitbangtan Kementan dan BBPengkajian Balitbangtan, BPTP Balitbangtan Bengkulu senantiasa hadir mendampingi masyarakat dalam pemanfaatan sumberdaya lokal sebagai sumber pangan alternatif.
Deteksi Cepat Langkah Tepat Pengendalian Penyakit CVPD Tanaman Jeruk
  Bengkulu (18/09/2018), dalam rangka implementasi kegiatan Pengembangan Kit Deteksi Cepat CVPD untuk mendeteksi kesehatan benih di kawasan pengembangan jeruk, maka Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika (Balitjestro) mengadakan Sosialisasi dan Demonstrasi Penggunaan Kit Deteksi Cepat Penyakit CVPD tanaman jeruk di BPTP Balitbangtan Bengkulu. Acara yang dibuka oleh Kepala BPTP Balitbangtan Bengkulu (Dr. Ir. Darkam Musaddad, M.Si) ini sebagai tindak lanjut kegiatan bimbingan Teknis Perbenihan Jeruk yang telah dilaksanakan pada tanggal 10 s.d. 12 Juli 2018. Kegiatan diikuti oleh 40 orang peserta yang terdiri dari peneliti penyuluh litkayasa dan teknisi BPTP Balitbangtan Bengkulu, dosen Jurusan Perlindungan Tanaman Universitas Bengkulu, fungsional POPT UPTD Perlindungan Tanaman Pangan, Hortikuktura dan Perkebunan serta petugas pengawas benih dari UPTD Pengawasan pengujian dan Sertifikasi Benih Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Bengkulu.Penasaran... apa itu Kit Deteksi Cepat Penyakit CVPD Tanaman Jeruk?dePAT-CVPD merupakan kit deteksi cepat penyakit CVPD (Citrus Vein Phloem Degeneration) atau HLB (Huanglongbing) tanaman jeruk merupakan salah satu  teknologi inovatif hasil penelitian peneliti Balitjastro (Ir. Nurhadi, M.Sc dan Yunimar, S.Si, M.Si) Badan Litbang Pertanian yang dikembangkan sebagai solusi alternatif untuk memudahkan, mempercepat dan menyederhanakan prosedur dalam sistem deteksi penyakit CVPD di lapang, sehingga hasilnya dapat segera dideteksi. CVPD disebabkan oleh bakteri gram negatif kelompok alpha sub divisi proteobacteria.CVPD dapat ditularkan melalui mata tempel yang berasal dari tanaman yang sakit dan serangga penular.Keunggulan dePAT-CVPD antara lain, (1) Cepat; proses deteksi berlangsung (60-70 menit) sejak persiapan sampel sampai interprestasi hasil, (2) Spesifik; hanya mendeteksi sekuen DNA target (CVPD), (3) Sensitif; mampu mendeteksi sampai DNA target (CVPD) sampai level 10 picogram, (4) Mudah; protokolnya sederhana dan aplikasinya tidak memerlukan keahlian khusus, dan (5) Murah; tidak memerlukan fasilitas laboratorium khusus dan peralatan canggih dan mahal.Melalui sosialisasi ini, peserta mendapatkan penjelasan tentang (1) Pengembangan KIT Deteksi Cepat CVPD berbasis Molekuler untuk mendekteksi Status Kesehatan Benih dan Tanaman Jeruk,  dan (2) Teknik Pengambilan Sampel. Untuk lebih memahami penggunaan Kit deteksi tersebut, dilakukan demonstrasi cara deteksi penyakit CVPD pada tanaman jeruk yang ada di sekitar lingkungan kantor BPTP Bengkulu. Peserta dibimbing langsung oleh teknisi dari Balitjestro untuk mengambil sampel daun tunas yang masih aktif fase pertumbuhannya dan selanjutnya dianalisis menggunakan Kit dePAT-CVPD
Edukasi Pertanian Mulai dari Usia Dini
Tak hanya petani dan penyuluh yang menjadi fokus perhatian kami, @Kementerian Pertanian Republik Indonesia melalui @BPTP Balitbangtan Bengkulu @Agroinovasi Balitbangtan Kementan selalu siap memberikan edukasi efektif kepada anak-anak dari mulai usia PAUD hingga usia sekolah lanjutan dengan tujuan mengenalkan pertanian sejak usia dini pada anak-anak.Seperti kali ini melalui kegiatan Taman Agroinovasi Mart (Tagrimart) yang berlokasi di lingkungan kantor, Tim Tagrimart BPTP Balitbangtan Bengkulu menerima kunjungan lapang siswa kelas 1 paralel SDIT Al-Azhar sebanyak 108 orang dan didampingi 11 orang guru pembimbing. Tagrimart merupakan salah satu media diseminasi inovasi teknologi pertanian yang sejak tahun 2015 menjadi pusat kunjungan para stakeholders baik lingkup pertanian maupun lainnya.Saat kunjungan lapang, siswa dibagi menjadi 3 kelompok dengan materi yang diberikan bertema budidaya tanaman kangkung dalam polybag. Siswa diberikan materi beserta contohnya, meliputi mengenal bibit kangkung, mengenal media tanam yang terdiri dari campuran kompos, tanah, dan sekam dengan perbandingan 2:2:1, cara penyiapan media tanam, cara pengisian polybag, cara menanam, dan lainnya. Setiap kelompok siswa diberikan kesempatan untuk mempraktekkannya secara berkelompok. Kunjungan lapang dilanjutkan dengan fieldtrip mengunjungi Tagrimart yang terintegrasi dengan Kebun Benih Induk (KBI), kandang kambing Burka, tanaman sayuran lainnya, serta kunjungan ke gudang alsintan. Di gudang alsintan siswa diperkenalkan dengan combine harvester, jarwo transplanter, cultivator, dan power thresher. Akhir kunjungan, setiap siswa dibekali tanaman kangkung dalam polybag yang telah berumur 7 hari setelah tanam untuk dibawa pulang dengan harapan siswa memelihara tanaman sampai panen. Dari kunjungan ini siswa dapat berinteraksi langsung dan mendapatkan input pembelajaran yang akan selalu diingat dan tidak mudah lupa

Berita Upsus

Info Teknologi

SDM Profesional

Dr. Rudi Hartono, SP,. MP
21 Jun 2015 11:53 - AdministratorDr. Rudi Hartono, SP,. MP

Data Personal   Nama Dr. Rudi Hartono, SP,. MP Tempat/Tgl Lahir Gunung Agung/30 Apri [ ... ]

Andi Ishak, A.Pi, M.Si
22 Jun 2015 07:14 - Administrator

Data Personal   Nama Andi Ishak, A.Pi, M.Si Tempat/Tgl Lahir Tantui/ 21 Novermber 19 [ ... ]

Herlena Bidi Astuti, SP
29 Jul 2015 03:37 - AdministratorHerlena Bidi Astuti, SP

Data Personal   Nama Herlena Bidi Astuti, SP Tempat/Tgl Lahir Padang leban 02 Nopemb [ ... ]

Alfayanti, SP
08 Aug 2015 03:50 - AdministratorAlfayanti, SP

Data Personal   Nama Alfayanti, SP Tempat/Tgl Lahir Curup/ 5 Maret 1983 Jenis K [ ... ]

SDM lainnya

Kunjungi Media Sosial Kami

Benih Sumber

VARIETAS STOK PEMBELIAN
INPARI 32 BLM TERSEDIA PESAN
INPARI 33 BLM TERSEDIA PESAN
INPARI 40 BLM TERSEDIA PESAN
INPARA BLM TERSEDIA PESAN
INPAGO 8 BLM TERSEDIA PESAN

 

Buku Teknologi

Statistik Pengunjung

360761
Today
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
Last Month
All days
1717
1874
7206
339892
36465
56045
360761

2018-09-19 14:49